Bisnis kita yang paling utama adalah berbisnis dengan Allah, Tuhan kita


By Dana Anwari. Bisnis utama kita adalah berbisnis dengan Allah. Kita rida kepada Allah. Allah pun rida kepada kita. Kita rida melaksanakan perintah Allah. Allah pun rida menjadikan kita sukses. Kita rida menjauhi larangan Allah. Allah pun rida menjadikan kita beruntung. Kita menjual jiwa raga dan harta kita dengan rida berjuang di jalan Allah, Allah pun membelinya dan rida memberikan surga-Nya.

Bisnis kita yang utama adalah berbisnis dengan Allah. Kita membeli kenikmatan (surga)-Nya dengan menjual jiwa raga & harta benda kita di jalan-Nya. Sebagaimana firman Allah kepada seluruh umat manusia melalui Nabi Muhammad saw dalam Al Quran surat At Taubah ayat 111:

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar."

Verily, Allâh has purchased of the believers their lives and their properties for (the price) that theirs shall be the Paradise. They fight in Allâh’s Cause, so they kill (others) and are killed. It is a promise in truth which is binding on Him in the Taurât (Torah) and the Injeel (Gospel) and the Qur’ân. And who is truer to his covenant than Allâh? Then rejoice in the bargain which you have concluded. That is the supreme success.
bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

Uang tidak maha kuasa, tapi Allah Yang Maha Berkuasa

By Dana Anwari. Rezeki gratis dari Allah banyak yang diberikan-Nya kepada kita seperti udara untuk bernafas, bumi untuk menetap, dan langit sebagai atap.
Tapi untuk menikmati udara-Nya yang segar, kita harus punya uang untuk pergi berlibur ke pantai atau ke pegunungan.
Untuk tinggal di bumi-Nya yang nyaman, kita harus punya uang untuk membeli rumah agar terhindar dari terik matahari dan hujan.
Dan untuk memperoleh kenikmatan-Nya yang sempurna, yakni surga-Nya,
uang dapat kita manfaatkan untuk membeli tiketnya
asalkan kita tahu caranya.

Yang Maha Berkuasa menyenangkan kehidupan kita adalah Tuhan kita: Allah. Bukannya uang yang maha kuasa, karena uang hanyalah sarana. Tidak percaya? Memang Allah swt lah yang membuat langkah bisnis kita menjadi mudah. Lalu kalau Allah sudah menjadikan langkah bisnis kita menjadi mudah, mengapa kita membuatnya menjadi sulit? Jawabannya hanya satu: semakin ingatlah kita kepada Tuhan kita yang menjadi tempat kita kembali.
Bacalah firman Allah kepada semua umat manusia yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw dalam Al Quran surat Al Mulk ayat 15:
"Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan."
He it is Who has made the earth subservient to you (i.e. easy for you to walk, to live and to do agriculture on it); so walk in the path thereof and eat of His provision. And to Him will be the Resurrection.
bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

Kegagalan atau keberhasilan kita ditentukan oleh kompanyon yang kita pilih

By Dana Anwari. Apakah kita ingin berhasil? Atau kita memilih ke dalam kelompok yang menginginkan kegagalan?
Untuk suatu kebaikan yang berkah, tentu kita ingin berhasil. Untuk kebatilan yang dibenci Tuhan, tentu kita menginginkan kegagalan.
Dalam berbisnis, kegagalan atau keberhasilan ditentukan oleh pilihan kita terhadap kompanyon bisnis kita. Simaklah firman Tuhan dan sabda Nabi Muhammad saw:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. (QS Ali Imran:118)

O you who believe! Take not as (your) Bitânah (advisors, consultants, protectors, helpers, friends) those outside your religion (pagans, Jews, Christians, and hypocrites) since they will not fail to do their best to corrupt you. They desire to harm you severely. Hatred has already appeared from their mouths, but what their breasts conceal is far worse. Indeed We have made plain to you the Ayât (proofs, evidence, verses) if you understand.

Hadis riwayat Abu Musa ra.: Dari Nabi saw., beliau bersabda: Sesungguhnya perumpamaan berkawan dengan orang saleh dan berkawan dengan orang jahat adalah seperti seorang penjual minyak wangi (misk) dan seorang peniup dapur tukang besi. Penjual minyak wangi, dia mungkin akan memberi-kan kamu atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan menda-patkan aroma harum darinya. Tetapi peniup dapur tukang besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu atau kamu akan mencium bau yang tidak sedap. (1514-HR Bukhari & Muslim)
bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

Katakanlah kepada orang yang kamu ajak berjual-beli: Tidak boleh menipu!

By Dana Anwari. Jujur dan jangan menipu. Itulah prinsip bisnis yang diajarkan oleh teladan kita, Nabi Muhammad saw.
Sebelum kita bersikap jujur kepada orang lain, marilah kita jujur kepada diri sendiri. Bila kita tidak jujur kepada diri sendiri, bagaimana kita mau membuat kelemahan kita menjadi berkurang? Karena tidak bisa menilai secara obyektif kelemahan diri sendiri, maka kita jadi salah memperbaiki kekurangan kita. Kita akhirnya tidak mampu mengubah kelemahan itu menjadi suatu kebangkitan kekuatan baru.
Apa yang dihasilkan dari suatu tipuan? Kepalsuan.

Hasil yang palsu. Karena, diraih dengan kepalsuan. Kepalsuan tidak pernah melegakan. Kepalsuan bukan suatu kenyamanan. Adakah orang yang memilih hidup dalam ketidak-nyamanan?
Sesulit apa pun, tampaknya, perintah Allah, bila kita menyakininya sebagai kebenaran dalam jiwa, maka yang kita rasakan adalah kenyamanan. Pernahkan kita merasakan nyamannya mendirikan shalat? Pernahkan kita merasakan nyamannya berpuasa? Pernahkah kita merasakan nyamannya bersedekah? Pernahkah kita merasakan nyamannya umrah dan berhaji?
Marilah kita merasakan nyamannya bersikap jujur dan tidak menipu. Simaklah riwayat Nabi kita yang turun temurun ini. Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: Seorang lelaki melaporkan kepada Rasulullah saw. bahwa ia tertipu dalam jual beli. Maka Rasulullah saw. bersabda, “Katakanlah kepada orang yang kamu ajak berjual-beli: Tidak boleh menipu!” Sejak itu jika ia bertransaksi jual beli, ia berkata: Tidak boleh menipu! (Hadis riwayat Bukhari & Muslim:870)
bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

Ambillah rezeki kita yang sudah disediakan Allah


By Dana Anwari. Tuhan sudah menyediakan rezeki-Nya untuk kehidupan kita di bumi ini. Raihlah dengan berdagang! Lebih dari sepuluh bagian penghidupan, sembilan di antaranya dihasilkan dari berdagang.

Jangan kuatir tidak memperoleh rezeki-Nya, karena Allah sudah menyiapkannya buat kita. Maka, raihlah dengan bekerja keras!
Jangan enggan berusaha karena meyakini Allah pasti tetap memberikan rezeki-Nya kepada kita meskipun kita bermalas-malasan. Maka, bekerjalah lebih cerdas!
Jangan berputus asa karena masih merasa kesulitan meraih rezeki-Nya. Maka, kenali lagi Tuhanmu: Allah!
Jangan sewenang-wenang melupakan Allah atas rezeki yang telah berhasil kita peroleh. Maka, bersyukurlah!
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik,” begitu kubaca di surat Al Hasyr ayat 19 Al Quran.

And be not like those who forgot Allâh (i.e. became disobedient to Allâh), and He caused them to forget their ownselves, (let them to forget to do righteous deeds). Those are the Fâsiqûn (rebellious, disobedient to Allâh).

Masihkah kita tidak percaya kalau kita harus terus bersyukur kepada Allah?
Bacalah firman Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad saw di Al Quran surat Hud ayat 6 : Dan tidak ada suatu binatang melata pun (yang dimaksud ‘’binatang melata’’ di sini ialah segenap makhluk Allah yang bernyawa) di bumi melainkan Allah- lah yang memberi rezekinya.
And no moving (living) creature is there on earth but its provision is due from Allâh.

Simaklah firman Allah yang menyatakan Dia telah menyediakan keperluan kita di bumi ini, Al Quran surat Al Hijr ayat 19-20 : Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya.
And the earth We have spread out, and have placed therein firm mountains, and caused to grow therein all kinds of things in due proportion. And We have provided therein means of living, for you and for those whom you provide not (moving (living) creatures, cattle, beasts, and other animals).
bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

Cari keuntungan dengan cara yang halal. Itu menjadi bukti kesuksesan kita berbisnis dengan Tuhan

By Dana Anwari. “Kebenaran itu adalah dari Tuhan-mu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.“ Begitu kubaca dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 147.
(This is) the truth from your Lord. So be you not one of those who doubt.

Lalu, mengapa kita rusak hati kita dengan menjadi orang peragu, yang menempatkan diri di antara keimanan dan kekafiran?
Bila kita menyantap sesuatu yang diharamkan Allah, bukankah kita sedang membiarkan diri kita jadi rusak?
Bila kita menikmati kesenangan yang diharamkan Allah, bukankah kita sedang membiarkan jiwa kita jadi rusak?
Kerusakan diri dan jiwa itu menjadikan seluruh kesuksesan yang pernah kita capai jadi rusak pula, tiada berarti.
Jadikanlah keuntungan bisnis yang kita raih menjadi suatu keuntungan di mata Tuhan.
Jadikanlah kesuksesan bisnis yang kita raih menjadi suatu kesuksesan di mata Tuhan.

Marilah kita ingat ajaran Nabi kita, Muhammad saw yang diriwayatkan oleh Bukhari & Muslim (913): Hadis riwayat Nu’man bin Basyir ra, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda (Nu’man menggerakkan jari-jemari ke telinganya), “Sesungguhnya perkara yang halal itu telah jelas dan perkara yang haram itu pun telah jelas, dan di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (tidak jelas hukumnya) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Oleh karena itu, barangsiapa menghindari perkara syubhat, ia telah membebaskan agama dan kehormatannya. Dan orang yang terjerumus ke dalam syubhat, berarti telah terjerumus ke dalam perkara haram, seperti penggembala yang menggembalakan di sekitar tempat terlarang, maka kemungkinan besar gembalaannya akan masuk ke tempat terlarang itu.
Ketahuilah! Sesungguhnya setiap penguasa itu memiliki daerah terlarang.
Ketahuilah! Sesungguhnya daerah terlarang milik Allah adalah apa-apa yang diharamkan-Nya.
Ketahuilah! Sesungguhnya di dalam tubuh itu terdapat segumpal daging, apabila ia baik, maka akan baik pula seluruh tubuh, dan jika ia rusak, maka akan rusak pula seluruh tubuh. Ketahuilah, itu adalah hati.”

bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

Membangun kebersamaan bisnis yang kokoh tidak mungkin terjadi bila mengabaikan visi ketauhidan

By Dana Anwari. Visi ketauhidan adalah cara memperkokoh bangunan kebersamaan bisnis yang berdaya tahan lama.
Semua khilaf yang terjadi dikembalikan kepada Tuhan.
Semua salah yang mengganggu dikembalikan kepada Tuhan.
Tiada manusia yang sempurna. Hanya Tuhan Yang Maha Sempurna.
Bila yang khilaf dan bersalah menyadari kesalahannya lalu memperbaiki kinerjanya dan bertanggungjawab menyelesaikan tugasnya hingga berhasil, bukan hanya mitra bisnisnya yang tersenyum. Tuhan pun tersenyum.
Tuhan menyukai orang yang berbuat dosa lalu memohon ampunan-Nya dengan tidak mengulangi dosanya, bahkan memperbaiki dirinya menjadi lebih baik lagi.

Ingatlah firman-Nya yang selalu bisa kita baca dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 103: Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

And hold fast, all of you together, to the Rope of Allâh (i.e. this Qur’ân), and be not divided among yourselves, and remember Allâh’s Favour on you, for you were enemies one to another but He joined your hearts together, so that, by His Grace, you became brethren (in Islâmic Faith), and you were on the brink of a pit of Fire, and He saved you from it. Thus Allâh makes His Ayât (proofs, evidence, verses, lessons, signs, revelations, etc.,) clear to you, that you may be guided.
bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

Salahkah kita bila mengharapkan surga-Nya?

By Dana Anwari. "Apakah orang yang mengikuti keridaan Allah sama dengan orang yang kembali membawa kemurkaan (yang besar) dari Allah dan tempatnya adalah Jahanam? Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (Kedudukan) mereka itu bertingkat-tingkat di sisi Allah, dan Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan,” demikian Tuhan berfirman dalam Al Quran surat Ali Imran ayat 162-164, “Sungguh Allah telah memberi karunia kepada orang-orang yang beriman ketika Allah mengutus di antara mereka seorang rasul (Muhammad) dari golongan mereka sendiri, yang membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah, membersihkan (jiwa) mereka, dan mengajarkan kepada mereka Al Kitab (Al Quran) dan Al Hikmah (Sunnah). Dan sesungguhnya sebelum (kedatangan Nabi) itu, mereka adalah benar-benar dalam kesesatan yang nyata.”

Is then one who follows (seeks) the good Pleasure of Allâh (by not taking illegally a part of the booty) like the one who draws on himself the Wrath of Allâh (by taking a part of the booty illegally - Ghulul )? - his abode is Hell, and worst, indeed is that destination! They are in varying grades with Allâh, and Allâh is All-Seer of what they do. Indeed Allâh conferred a great favour on the believers when He sent among them a Messenger (Muhammad saw) from among themselves, reciting unto them His Verses (the Qur’ân), and purifying them (from sins by their following him), and instructing them (in) the Book (the Qur’ân) and Al-Hikmah (the wisdom and the Sunnah of the Prophet saw (i.e. his legal ways, statements, acts of worship)), while before that they had been in manifest error.

Tiada hal lain yang hendak kita capai di dunia ini selain keridaan Allah atas segala perbuatan yang kita niatkan dan kita kerjakan. Dengan keridaan Allah, kita akan menikmati keberuntungan hidup di dunia dan di akhirat.
Pencapaian kepada keridaan-Nya membuat kita diberi yang terbaik oleh Allah, meskipun terkadang kita merasa pemberian-Nya adalah bukan yang terbaik bagi kehidupan kita. Bila yang diberikan Allah kepada kita pun memang yang tidak menyenangkan di dunia ini, yakinlah, dengan tetap teguh di jalan yang diridai-Nya, maka kita bakal meraih kebaikan-Nya yang sempurna di akhirat, yakni surga-Nya.

“Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah rida terhadap mereka dan mereka pun rida terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar”.
Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
Begitu Tuhan kita berfirman, dicatat dalam surat Al Maidah ayat 119-120 Al Quran.
Theirs are Gardens under which rivers flow (in Paradise) - they shall abide therein forever. Allâh is pleased with them and they with Him. That is the great success (Paradise). To Allâh belongs the dominion of the heavens and the earth and all that is therein, and He is Able to do all things.

Jadi, raihlah dulu rida Allah. Dengan meraih rida Allah, maka kita akan memperoleh surga-Nya.

Tidak salah bila kita shalat karena merindukan surga-Nya. Tapi, kunci masuk ke surga-Nya adalah keridaan-Nya. Maka, marilah kita isi hidup dan kehidupan kita di dunia ini dengan jejak langkah di jalan yang diridai-Nya guna mencapai keridaan-Nya. Agar Allah rida kepada kita karena kita telah rida kepada Allah.
bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

Selalu mengindahkan persetujuan relasi bisnismu akan menciptakan kelanggengan bisnis

By Dana Anwari. Prinsip jual beli adalah ada yang menjual dan ada yang membeli. Bila menjual tanpa ada yang membeli, maka pekerjaan menjual itu tiada gunanya. Bila ingin membeli tetapi tidak ada yang menjual, maka "kekayaan" kita yang digunakan untuk membeli jadi tiada arti.
Begitupun dengan mitra bisnis kita. Kehadirannya telah membuat bisnis kita lebih bermakna. Hargailah mitra kita. Jangan abaikan pendapatnya, kritikannya dan pujiannya. Ingatlah tujuan bisnis bersama: goal kita adalah diberkati Tuhan. Itulah salah satu ukuran penilaian sudah seberapa benar iman dan amal saleh kita.
Simaklah firman Allah swt yang mengajarkan kebenaran-Nya kepada kita, dalam Al Quran surat Shaad ayat 24: Dan sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat lalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini.

And, verily, many partners oppress one another, except those who believe and do righteous good deeds, and they are few." And Dâwûd guessed that We have tried him and he sought Forgiveness of his Lord, and he fell down prostrate and turned (to Allâh) in repentance.

Simaklah pula ajaran Nabi Muhammad saw yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim (918):Jabir ra. berkata: Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang berserikat dengan orang lain dalam memiliki rumah atau pohon kurma, maka ia tidak boleh menjualnya sebelum memberitahukan kawan serikatnya, apabila ia rela, maka ia boleh mengambil (harganya) dan jika tidak suka, maka ia harus meninggalkan (tidak menjual).
bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

Jadikan setiap perjanjian bisnis tidak mengkhianati perjanjian kita dengan Allah

By Dana Anwari. Ketika masih berupa roh, manusia telah berjanji kepada Tuhannya. Ia akan melaksanakan fitrah kemanusiaannya untuk menyungkur bersujud menyembah Allah. Apa pun kehidupan yang dilakoninya, adalah suatu usaha untuk menyembah-Nya, yakni melaksanakan amanah-Nya.
Ada di surat dan ayat berapakah firman Allah yang mengabarkan hal itu dalam Al Quran?

Alhamdulillah, Allah Maha Pemaaaf atas kesalahan kita bila kita belum sanggup menanggung beban amanat-Nya. Kita yang masih belum berhasil melaksanakan amanat-Nya masih diberi kesempatan untuk memperbaikinya. Buktinya? Umur kita telah dipanjangkan-Nya, kita belum mati. Berarti kita masih dikasih kesempatan oleh Allah untuk memperbaiki diri.
Semoga kita tidak mudah lalai mengabaikan perjanjian kita dengan Allah, karena itu satu-satunya jalan utama menuju kesuksesan yang diberkahi keberuntungan Tuhan.
http://bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

INFO BISNIS Pengolahan emas dan perak untuk Anda!





Anda tertarik dengan bisnis Pengolahan emas dan perak mirip seperti di PT Freeport di Papua dan PT Newmont.
Kami memiliki teknologi floating yang sama dengan Freeport dan Newmont dalam mengolah batu dan pasir emas, batu perak.
Teknologinya lebih sederhana.
Kami siap bekerjasama dengan pemilik lahan tambang emas di seluruh Indonesia yang mau berinvestasi dengan mesin Pengolahan Emas milik kami. Kami akan bertindak sebagai pengelola bersama dan sekaligus supervisi tehnis dengan pola bagi hasil dari setiap emas dan perak yang dihasilkan.

Tidak perlu dana besar. Hasil penemuan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB).
Bila berminat silakan hubungi danaridanari@gmail.com. PIN BB 21232056
Terima kasih. Wass wrwb
http://bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

Kunjungi asianbrain.com, supexteam.com, modalbisnis.com, smart17.wordpress.com dan situs lainnya seraya saling berkata: "Tidak boleh menipu!"

Prinsip bisnis di internet adalah kepercayaan dan tidak boleh saling menipu, benarkah? Bukankah penjual dan pembeli tidak saling bertemu? Tapi mereka saling percaya, atau setidaknya memulai transaksi dengan saling menaruh kepercayaan. Bukankah itu suatu permulaan yang indah?
Semoga permulaan yang indah itu dapat menciptakan bangunan persekutuan bisnis yang indah pula. Semoga kepercayaan itu saling dijaga selamanya. Semoga kita selalu menyadari bahwa keuntungan bisnis yang hendak kita raih adalah keberuntungan dari Allah. Hanya dengan keberuntungan dari Allah sajalah maka hidup kita akan selamat, damai dan sejahtera. Amin ya Allah.

Mari kita saling mengingatkan prinsip ajaran bisnis Nabi Muhammad saw, yakni bersikap jujur dan tidak menipu. Rasulullah Sallallahu Alaihi Wassalam bersabda, "Katakanlah kepada orang yang kamu ajak berjual-beli: Tidak boleh menipu!

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: Seorang lelaki melaporkan kepada Rasulullah saw. bahwa ia tertipu dalam jual beli. Maka Rasulullah saw. bersabda, “Katakanlah kepada orang yang kamu ajak berjual-beli: Tidak boleh menipu!” Sejak itu jika ia bertransaksi jual beli, ia berkata: Tidak boleh menipu! (Hadis riwayat Bukhari & Muslim:870)
bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

Bergabunglah dengan orang-orang yang selalu berzikir dengan hatinya, berzikir dengan mulutnya, dan berzikir dalam aktivitas bisnisnya

By Dana Anwari. Aturlah waktu kita agar bisa berkumpul dengan orang-orang yang selalu berzikir mengagungkan Allah, agar kita tidak sengsara. Berzikir itu tidak hanya diucapkan dengan mulut. Tetapi berzikir itu harus merasuk ke hati, meresap ke akal pikiran kita, dan mewarnai aktivitas bisnis kita, sehingga menjadi amal saleh yang mencerminkan ketakwaan kita kepada Allah. Insya Allah dengan begitu kita sungguh-sungguh akan memperoleh keberuntungan-Nya.
Mari berzikirlah dalam aktivitas bisnis kita. Kita selalu berprasangka baik kepada Allah Yang Maha Suci atas nasib yang sedang kita jalani. Kita selalu bersyukur kepada Allah Yang Maha Kasih atas takdir yang telah kita nikmati. Kita selalu berharap dibantu menjadi lebih baik lagi kepada Allah Yang Maha Besar atas salah dan khilaf yang kita lakukan sebagai pebisnis.
Simaklah hadis riwayat Abu Hurairah ra: Dari Nabi saw, beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah Yang Maha Memberkahi lagi Maha Tinggi memiliki banyak malaikat yang selalu mengadakan perjalanan yang jumlahnya melebihi malaikat pencatat amal, mereka senantiasa mencari majelis-majelis zikir. Apabila mereka mendapati satu majelis zikir, maka mereka akan ikut duduk bersama mereka dan mengelilingi dengan sayap-sayapnya hingga memenuhi jarak antara mereka dengan langit dunia. Apabila para peserta majelis telah berpencar mereka naik menuju ke langit.”

Beliau melanjutkan, “Lalu Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung menanyakan mereka --padahal Dia lebih mengetahui daripada mereka--: ‘Dari manakah kamu sekalian?’ Mereka menjawab: ‘Kami datang dari tempat hamba-hamba-Mu di dunia yang sedang mensucikan, mengagungkan, membesarkan, memuji dan memohon kepada Engkau.’
Allah bertanya lagi: ‘Apa yang mereka mohonkan kepada Aku?’ Para malaikat itu menjawab: ‘Mereka memohon surga-Mu.’
Allah bertanya lagi: ‘Apakah mereka sudah pernah melihat surga-Ku?’ Para malaikat itu menjawab: ‘Belum wahai Tuhan kami.’ Allah berfirman: ‘Apalagi jika mereka telah melihat surga-Ku?’
Para malaikat itu berkata lagi: ‘Mereka juga memohon perlindungan kepada-Mu.’ Allah bertanya: ‘Dari apakah mereka memohon perlindungan-Ku?’ Para malaikat menjawab: ‘Dari neraka-Mu, wahai Tuhan kami.’
Allah bertanya: ‘Apakah mereka sudah pernah melihat neraka-Ku?’ Para malaikat menjawab: ‘Belum.’ Allah berfirman: ‘Apalagi seandainya mereka pernah melihat neraka-Ku?’
Para malaikat itu melanjutkan: ‘Dan mereka juga memohon ampunan dari-Mu.’
Beliau bersabda, “Kemudian Allah berfirman: ‘Aku sudah mengampuni mereka dan sudah memberikan apa yang mereka minta, dan Aku juga telah memberikan perlindungan kepada mereka dari apa yang mereka takutkan.’
Beliau melanjutkan lagi, “ Lalu para malaikat itu berkata: ‘Wahai Tuhan kami! Di antara mereka terdapat si Fulan yaitu seorang yang penuh dosa yang kebetulan lewat lalu duduk ikut berzikir bersama mereka.’
Beliau berkata, “Lalu Allah menjawab: ‘Aku juga telah mengampuninya karena mereka adalah orang-orang yang tidak akan sengsara bila ikut duduk bersama mereka’.”
http://bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

Pebisnis Abdullah Gymnastiar dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi)

"Seorang profesional sejati, ketika mencari kekayaan, sangat menjaga value atau nilai-nilai dirinya. Dia jujur, adil, tepat janji, dan amanah. Sehingga, kalau ia dapat sesuatu, dirinya lebih berharga dari apa yang ia dapatkan," begitu salah satu isi ceramah Aa Gym di acara Gala Dinner Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi).


Acara yang disponsori Indofood dan dihadiri oleh antara lain Surya Paloh (pemilik Media Group dan Metro TV), Aburizal Bakrie (Ical), Abdul Latif.
http://bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

Belanjakanlah harta benda kita semata-mata karena Allah

By Dana Anwari. Harta benda yang kita belanjakan di jalan Allah, semata-mata untuk mencari ridha-Nya, tidak akan membuat rasa kuatir tetapi justru melahirkan kegembiraan.
Belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik. (QS Al Baqarah:195)

Barangsiapa yang menyerahkan diri kepada Allah, sedang ia berbuat kebajikan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS Al Baqarah:112)
bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

Siapa yang mau mendapatkan keberuntungan?

By Dana Anwari. Hidup ini berbisnis, meskipun kita tidak selalu sedang menjual produk dan jasa yang Islami, bahkan tidak sedang memeluk agama Islam. Aktivitas hidup kita sebagai karyawan, pelajar, pekerja di bidang apa pun, sebagai seorang suami, istri, maupun anak adalah berbisnis. Kita sedang berbisnis dengan Allah, Tuhan Yang Maha Menciptakan kita dan seluruh yang Dia Kehendaki untuk diciptakan oleh Allah Yang Maha Mencipta Tiada Tara.

Berbisnis adalah suatu usaha untuk memperoleh keuntungan. Dan keuntungan utama yang kita ingin raih sebagai pebisnis adalah keberuntungan yang diberikan Allah kepada kita.
Apa saja syaratnya agar mendapatkan keberuntungan-Nya?

1. Beriman kepada Allah Yang Maha Esa, tanpa sekutu
2. Beriman kepada adanya akhirat, kehidupan sesudah mati
3. Saling menebar kasih sayang kepada bapak, anak, saudara dan keluarga meskipun orang-orang itu menentang Allah swt dan kerasulan Nabi Muhammad saw
4. Senantiasa berdoa agar Allah swt terus menyuburkan iman Islam yang sudah tertanam di hati
5. Menjadi kuat karena pertolongan yang diberikan Allah melalui petunjuk firman-Nya dalam Al Quran (Kitab yang berisi wahyu Allah kepada Nabi Muhammad saw, dan Allah sendiri yang menjanjikan menjaga keasliannya), sabda nabi-Nya, dan hikmah peristiwa hidup
6. Piawai berniat dan melaksanakan niat untuk melakukan pekerjaan yang dikehendaki Allah, sehingga Allah swt memberikan rida-Nya kepada kita.

Mungkin Anda bisa menambahi lagi info syarat-syarat untuk menjadi orang yang beruntung?
Simaklah firman-Nya dalam Al Quran surat Al Mujadilah ayat 22: Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara atau pun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah rida terhadap mereka dan mereka pun merasa puas terhadap (limpahan rahmat) Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung.
Mari simaklah lagi wahyu Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad saw untuk diajarkan kepada semua umat manusia! Simaklah lagi Al Quran!
Tiada lain yang diajarkan Nabi Muhammad saw selain ingin menjadikan umatnya menjadi orang-orang yang beruntung!
bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

Geliat Bisnis Islami

Minggu, 07 September 2008 | 15:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Tulisan besar "lelaki dilarang masuk" yang tertempel di pintu depan menyambut pelanggan salon Moz5 di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat. Menempati ruko dua lantai, bangunan salon itu didominasi jendela berkaca gelap dan bergorden pink. Kondisi itu seakan meyakinkan bahwa tak mungkin bisa melihat kegiatan yang berlangsung di dalam salon khusus muslimah tersebut.
Begitu memasuki Moz5, alunan musik nasyid menyergap. Di lantai satu salon itu, sejumlah perempuan belia tengah menjalani perawatan rambut dan facial. Mereka dilayani para kapster perempuan berbusana muslimah. Para kapster itu tampak serius melayani pelanggan. Tidak ada suara tawa cekikikan atau obrolan santai sesama kapster, yang biasanya dijumpai di salon-salon umum. Hanya sesekali terdengar percakapan antara kapster dan pelanggan yang dilayaninya.

Boleh dibilang, suasana tenang itu kontras dengan kenyataan salon yang dikunjungi sekitar 40 pelanggan setiap harinya tersebut. "Sejak salon berdiri, animo masyarakat memang tinggi," kata Fauzia Rahmawati. "Tak hanya mahasiswi, karyawati, dan ibu rumah tangga juga menjadi pelanggan kami," petugas operasional Moz5 itu menambahkan.
Menurut Fauzia, sejak didirikan pada 2003, salon itu memang mengkhususkan pelayanan bagi muslimah. Pendirinya, dua bersaudara Yuli Astuti dan Lindawati, memang gemar ke salon. Hanya, kedua bersaudara muslimah itu kesulitan menemukan salon khusus muslimah. Akhirnya, mereka sepakat mendirikan Moz5 di bilangan Margonda, Depok. "Alasannya karena kawasan itu sebagai pusat lalu lalang mahasiswa Universitas Indonesia dan kampus lainnya yang banyak berjilbab," Fauzia menerangkan.
Kini Moz5 telah memiliki tiga cabang yang tersebar di Jabodetabek. Ditambah empat cabang lainnya melalui waralaba di Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan. Menurut Fauzia, untuk fee waralaba salon itu sekitar Rp 50 juta. "Tapi belum termasuk gedung, listrik, dan beberapa hal lainnya," katanya.

Segmen khusus muslimah itulah yang mendorong sejumlah pengusaha muslim mendirikan salon dan spa tersebut. Nur Aisyah Haifani, misalnya, membuka salon dan spa muslimah Azzahra di Yogyakarta sejak November 2004. "Saya memilih membuka salon khusus muslimah karena waktu itu di Yogya belum ada," kata Aisyah. "Dan saya ingin memberi rasa nyaman kepada sesama perempuan muslim dalam perawatan tubuhnya sekaligus dakwah," sarjana teknik pertambangan Universitas Pembangunan Nasional Veteran itu menambahkan.
Menurut Aisyah, ia membuka salon pertamanya di Jalan Jogokaryan, Yogyakarta. Pada 2005, ia juga mengembangkan salonnya itu dengan membuka pelayanan spa. Aisyah kemudian membuka lagi salon dan spa di Jalan Nyai Ahmad Dahlan, yang menempati lantai dasar rumah dua lantai tempat tinggalnya sekaligus dijadikan kantor pusat Azzahra.

Begitulah. Selain salon dan spa khusus muslimah, akhir-akhir ini juga menjamur butik yang menyediakan busana khusus muslim. Salah satu butik muslimah yang cukup terkenal dan berkembang adalah Shafira. Hingga kini, Shafira yang berpusat di Bandung, Jawa Barat, itu telah memiliki 19 cabang di 12 kota plus puluhan gerai di sejumlah pusat belanja.
Menurut Chief Executive Officer Shafira Group Companies Gilarsi W. Setijono, bisnis butik muslimah itu bermula dari diskusi aktivis Masjid Salman Institut Teknologi Bandung pada 1980-an. "Waktu itu kami prihatin karena busana muslim punya label kampungan dan tak modis," kata Gilarsi.
Shafira juga mulai melebarkan sayap ke pasar internasional. Gilarsi menyatakan, mulai 12 September nanti, Shafira membuka cabang di Kuala Lumpur, Malaysia. "Malaysia sebagai tempat yang pas karena sering menjadi tempat pertemuan internasional komunitas muslim dunia," ujar sarjana teknik kimia ITB itu menerangkan.

Pakar bisnis, Rhenald Kasali, menyatakan menjamurnya bisnis islami--salon, spa, dan butik muslimah--adalah pertanda produk dan jasa islami kini bukan sekadar simbol identitas dalam urusan agama. "Bukan semata-mata identitas, tapi telah menjadi gaya hidup," katanya.
Perubahan itu, Rhenald menambahkan, terjadi lantaran produk dan jasa islami tersebut tak lagi dikemas secara tradisional. Ia melihat belakangan ini desain produk dan bentuk layanannya sudah lebih ramah terhadap konsumen umum.
Lalu, faktor yang mendorong tumbuhnya bisnis islami itu, menurut Rhenald, adanya penerimaan masyarakat terhadap produk dan layanan jasa tersebut. Contohnya busana muslimah. "Dulu kesannya hanya buat orang tertentu, tapi sekarang sudah biasa saja melihat orang berbusana muslimah," ujar dosen pada Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia itu.
Memang, masih banyak bisnis islami yang hanya laris menjelang Ramadan dan Lebaran. Padahal, kata Rhenald, peluang bisnisnya sebenarnya cukup besar di luar bulan tersebut dan bisa laku sepanjang tahun. Untuk sampai ke sana, Rhenald menyarankan, "Para pebisnis islami terus menciptakan inovasi dan tak hanya berfokus pada masa Ramadan dan Lebaran."
(UTAMI WIDOWATI, OKTAMANDJAYA WIGUNA, PITO AGUSTIN RUDIANA (YOGYAKARTA))
http://bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

Bisnis is Relasi, Customer is Business

By Dana Anwari. Anas bin Malik ra berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: Barang siapa yang merasa senang bila dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung hubungan kekeluargaan (silaturahim). (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim:1484)

'Anas ibn Mâlik (qu'Allah soit satisfait de lui) a dit: J’ai entendu l'Envoyé d'Allah (pbAsl) dire: "Que celui qui veut qu'Allah lui attribue largement Ses dons, que sa bonne renommée lui survive, maintient ses liens de parenté".

Anas Ibn Malik, Allahs Wohlgefallen auf ihm, berichtete: Ich hörte den Gesandten Allahs, Allahs Segen und Heil auf ihm, folgendes sagen: Wer Freude daran hat, daß (Allahs) Gabe an ihn reichlich wird und daß er nach seinem Tod noch einen guten Ruf unter den Leuten genießt, der soll seine Bindung zur Verwandtschaft pflegen.


Anas bin Malik, may Allah be pleased with him, reported: I heard Allah's Messenger (may peace be upon him) as saying: He who is desirous that his means of sustenance should be expanded for him or his age may be lengthened, should join the tie of relationship.

Bisnis tercipta karena adanya relasi. Relasi yang terbina dengan baik akan mendatangkan peluang bisnis. Customer is business.

Relasi tercipta karena adanya bisnis. Bisnis yang dikerjakan dengan baik akan mendatangkan relasi-relasi baru. Dan relasi baru itu pun, insya Allah, akan melanggengkan bisnis kita atau bahkan menciptakan peluang bisnis baru. Business is customer.

Bila kita hendak memasarkan produk atau jasa bisnis kita, cara paling efektif adalah kepada para relasi yang kita kenal. Ketika membuat daftar para relasi, biasanya barulah kita menyadari bahwa banyak di antara para relasi kita selama ini tidak dibina silaturahimnya dengan baik. Dengan begitu, sasaran pasar kita semakin mengerucut kepada relasi yang masih terbina dengan baik silaturahimnya.

Berikutnya, prospek kita adalah relasi yang kurang terbina hubungan silaturahimnya. Itu pun harus dengan kiat komunikasi yang tepat. Jangan sampai sang relasi itu merasa dihubungi oleh kita hanya karena kita sedang ada perlunya saja dengan dia.
Bila yang kita tawarkan kebetulan merupakan kebutuhan yang sangat ia perlukan, tentunya tidak ada masalah. Tapi bila tidak, paling-paling sambil tertawa ia berkata: “Kalau ada maunya baru you kontak saya.”

Berikutnya lagi, prospek kita adalah calon relasi. Mereka kita kenal karena direkomendasikan oleh para relasi kita.

Dan yang terakhir, prospek kita adalah masyarakat umum yang tersegmentasi oleh produk dan jasa bisnis yang kita tawarkan. Untuk berkomunikasi dengan target yang ini, tentu perlu kerja lebih keras dan cerdas lagi. Namun, bila sudah terbina, jagalah silaturahim dengan mereka. Mereka, para relasi baru itu, pasti akan mendatangkan peluang bisnis yang terus menerus bagi kita, selama kita melakukannya semata-mata demi meraih rida Allah.

Tiada kerugian sekecil apa pun bila niat kita membina relasi dan mengelola bisnis semata-mata berpuncak kepada rida Allah. Karena, rida Allah adalah sejatinya kebaikan. Dan, tidak ada seorang pun di dunia ini yang menolak kebaikan. Percayalah!

Bukankah mencari rezeki yang halal, menikmati rezeki yang halal, dan kesenangan hidup yang membuat umur hidup kita terasa dipenuhi dengan banyak karunia Sang Khaliq adalah suatu kebaikan yang ingin dirasakan semua orang?
Mari kita bina silaturahim, sehingga rasa persaudaraan dan perasaan sebagai suatu keluarga membuat kita tidak ingin menyakiti antara yang satu dengan yang lainnya!
bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

BISNIS ISLAMI: Bisnis Ajaran Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam