Kita mau berdagang atau mau berperang?


By Dana Anwari. Sesungguhnya, berdagang bukanlah berperang, karena berdagang tidak boleh menipu, sedang peperangan adalah tipu-muslihat. Kita harus tahu kapan saat berdagang dan kapan saatnya berperang? Bila bersikap setengah-setengah, kita akan frustasi atau bahkan mati
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. (QS An Nisa 4:29)
Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: Seorang lelaki melaporkan kepada Rasulullah saw. bahwa ia tertipu dalam jual beli. Maka Rasulullah saw. bersabda: Katakanlah kepada orang yang kamu ajak berjual-beli: Tidak boleh menipu! Sejak itu jika ia bertransaksi jual beli, ia berkata: Tidak boleh menipu! (870 - Bukhari & Muslim)
Hadis riwayat Jabir ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Perang itu adalah tipu daya (tipu-muslihat). (1008 - Bukhari & Muslim)

O you who believe! Eat not up your property among yourselves unjustly except it be a trade amongst you, by mutual consent. And do not kill yourselves (nor kill one another). Surely, Allâh is Most Merciful to you. (QS An Nisa 4:29)
Ibn 'Umar, may Allah be pleased with them, said: A man mentioned to the Messenger of Allah (may peace be upon him) that he is often deceived in business transactions, whereupon Allah's Messenger (may peace be upon him) said: When you enter into a transaction, say: There should be no attempt to deceive. So whenever he entered into a transaction, he used to say: There should be no attempt to deceive. (870 - Bukhari & Muslim)
Jabir, may Allah be pleased with him, reported: The Messenger of Allah (may peace be upon him) said: War is a stratagem. (1008 - Bukhari & Muslim)
bisnislami.blogspot.com
*
Selengkapnya...

Sedekah terbaik adalah melayani di jalan Allah

By Dana Anwari. Jika Allah menyuruh kita menafkahkan harta kita di jalan Allah, itu bukannya karena Allah membutuhkan kita. Kita berbuat itu karena kita lah yang membutuhkan Allah agar kita selalu diberikannya kesempatan memiliki harta dan selalu diberikan kemampuan menafkahkan sebagian rezeki-Nya untuk melayani orang lain.

Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk menafkahkan (hartamu) pada jalan Allah. Maka di antara kamu ada orang yang kikir, dan siapa yang kikir sesungguhnya dia hanyalah kikir terhadap dirinya sendiri. Dan Allah-lah yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang membutuhkan (Nya); dan jika kamu berpaling niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain, dan mereka tidak akan seperti kamu (ini). (QS Muhammad:38)
Semoga kita dimampukan Allah untuk memiliki keteguhan jiwa agar senantiasa terus bersedekah, dengan harta dan diri kita, semata-mata karena hendak meraih rida Allah. Sebagaimana firman-Nya dalam Al Quran ayat 265:

Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.
bisnislami.blogspot.com
Selengkapnya...

Mengapa kita mesti kaya dan harus mau bekerja untuk menjadi kaya?

By Dana Anwari. Sudah kita dengar pendapat pemikir Islam dan praktisi bisnis Islam yang menyatakan seorang muslim harus menjadi kaya. Mengapa harus kaya? Dan salahkah bila menjadi miskin?
Menjadi miskin tentu tidaklah salah. Tetapi seorang muslim yang memilih bergelimang dalam kemiskinan karena malas bekerja untuk menjadi kaya adalah suatu kesalahan.
Apa kekayaan harus dikejar? Jawabannya bisa "ya" dan bisa "tidak". Bila jawabannya adalah "iya", argumentasinya adalah bahwa dengan kekayaan itu kita bisa menafkahi diri kita dan pihak lain yang diperintahkan Allah untuk turut kita nafkahi.
Bacalah firman-Nya dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 215: Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.
Bila jawabannya harta "tidak" harus dikejar, argumentasinya adalah bagi setiap muslim yang penting adalah selalu berkarya dan tidak malas bekerja. Hasil kerja keras yang diimbangi dengan kerja cerdas akan membuahkan karya yang akan menghasilkan "kekayaan" bagi yang bekerja.
Lalu mungkin kita sekarang bertanya: apa sih yang disebut kekayaan?
Kekayaan adalah harta (bahkan juga ilmu) yang kita miliki yang sangat bermanfaat bagi hidup kita dan ada lebihnya untuk kita sedekahkan kepada orang lain. Dan ingatlah, sedekah yang paling utama adalah sedekah dari harta yang cukup.
Simaklah dari Imam Bukhari dan Imam Muslim (562): Hadis riwayat Hakim bin Hizam ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Sedekah yang paling utama atau sedekah yang paling baik adalah sedekah dari harta yang cukup. Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Mulailah dari orang yang engkau tanggung (nafkahnya).

Hakim bin Hizam, may Allah be pleased with him, reported: Allah's Messenger (may peace be upon him) said this: The most excellent charity or the best of charity is that after which the (giver) remains rich and the upper hand is better than the lower hand, and begin your spending with the members of your household.
bisnislami.blogspot.com
***


Selengkapnya...

Investasi terbaik adalah memperhitungkan keuntungan di dunia dan keuntungan di akhirat

By Dana Anwari. Mari kita jadikan diri kita masuk ke dalam golongan yang sukses berinvestasi. Lakukanlah investasi terbaik kita. Pahamilah prinsipnya, bahwa investasi terbaik adalah memperhitungkan keuntungan di dunia dan keuntungan di akhirat.

Siapa menolak menjadi orang yang banyak harta? Tapi manfaatkanlah harta itu sesuai dengan manfaatnya. Belanjakanlah harta itu untuk kebaikan diri kita sendiri dan kebaikan orang lain. Bagaimana caranya? Belanjakanlah harta milik kita itu di jalan Allah.

"Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." Begitu Tuhan kita Yang Maha Pemandu, Ya Allah ya Hadii, memandu kita lewat firman-Nya di Al Quran surat Al Baqarah:195.

Membelanjakan harta di jalan Allah adalah mendayagunakan harta itu hingga mampu meraih keuntungan bagi kita di dunia ini sekaligus di akhirat.

Ketika kita investasikan harta kita di suatu bidang usaha yang halal, lalu mampu memperkerjakan tenaga kerja, lalu memberi manfaat kepada customer bisnis kita, maka investasi itu telah memberikan keuntungan dunia dan akhirat bagi kita.
Ketika kita belanjakan harta kita untuk membeli makanan atau minuman yang dihalalkan Tuhan, maka kita memperoleh keuntungan kesehatan dan memperoleh keuntungan di akhirat karena mau berbagi kekayaan kita dengan pedagang yang menjual atau pekerja yang memproduksi produk itu serta petani yang menghasilkan bahan baku produknya.

Ketika kita berbagi kekayaan kita, dan kekayaan itu kemudian memberikan manfaat bagi kebaikan hidup seseorang di jalan Tuhannya, maka insya Allah kita telah meraih keuntungan di akhirat.
Bagaimana bila kekayaan kita dimanfaatkan untuk perbuatan yang diharamkan Allah: berjudi, berzina, barang yang memabukkan dan makanan yang haram? Investasi itu mungkin tampaknya menguntungkan bagi kehidupan Anda di dunia karena Anda merasa disenangkan oleh hal-hal yang haram itu. Tetapi, sesungguhnya Anda sedang memilih untuk menjauhi keuntungan di akhirat. Apa yang Anda tidak akan memberikan Anda keuntungan di dunia dan akhirat, tetapi justru memberikan azab di dunia dan azab di akhirat. Tunggu saja, karena Allah menjanjikan begitu.

Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (QS Al Araf:99)

Mari kita jadikan diri kita masuk ke dalam golongan yang sukses berinvestasi. Lakukanlah investasi terbaik kita. Pahamilah prinsipnya, bahwa investasi terbaik adalah memperhitungkan keuntungan di dunia dan keuntungan di akhirat.
bisnislami.blogspot.com
***

Selengkapnya...

Sukses saja tidak cukup tanpa keberuntungan

By Dana Anwari. Bukan sekadar kesuksesan yang ingin kita raih di dunia ini, tapi juga keberuntungan. Menjadi pebisnis yang sukses saja tidak cukup tanpa dilengkapi keinginan menjadi pebisnis yang beruntung.
Maukah kita sukses dalam berbisnis tetapi hidup kita tidak beruntung?
Bahagiakah kita bila sukses kaya harta tapi kesuksesan itu tidak menjadikan kita orang yang beruntung?
Senangkah kita karena sukses mendapatkan banyak proyek tapi pekerjaan itu tidak menguntungkan?

Orang yang ingin sukses sekaligus beruntung adalah orang yang paham bahwa dirinya harus berlaku adil dalam berbisnis. Ia tidak melulu memikirkan caranya meminta bagian yang menjadi haknya, tapi ia juga memikirkan caranya memberi kepada mitranya dengan adil.
Ia tidak mau merugikan mitranya sebagaimana dirinya pun tak mau dirugikan mitranya. Ia sangat menghargai hak milik orang lain maka ia berlaku adil, dan ia pun menghendaki hak milik dirinya juga dihargai orang lain. Sikap adilnya membuat ia bersama-sama yang ia ajak berlaku adil untuk tidak hidup merusak kehidupan yang mereka miliki bersama.

Ketika seseorang sukses berlaku adil, mungkin dengan mengurangi rencana keuntungannya yang berlebihan karena rencana itu sebenarnya tidak adil, sesungguhnya ia telah menyimpan keberuntungannya yang lain di langit. Karena telah berlaku adil dengan tidak memaksakan kehendaknya untuk untung dengan merugikan pihak lain, maka ia memperoleh keuntungan yang lain dari Allah, Tuhannya.

Simaklah firman-Nya dalam Al Quran surat Huud:85-86: Dan Syuaib berkata: “Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.
Sisa (keuntungan) dari Allah adalah lebih baik bagimu jika kamu orang-orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas dirimu.”


"And O my people! Give full measure and weight in justice and reduce not the things that are due to the people, and do not commit mischief in the land, causing corruption.
That which is left by Allâh for you (after giving the rights of the people) is better for you, if you are believers. And I am not a guardian over you."


Sadarkah kita, kadang keuntungan yang diberikan Allah itu adalah berupa keselamatan kita dari suatu peristiwa kecelakaan. Bila kita batal bepergian lalu kendaraan yang rencananya membawa kita pergi ke suatu tempat tertimpa bencana, siapakah yang memberikan kita keberuntungan? Tentu saja Allah swt karena Dia-lah Yang Maha Mengatur.

Allah menyukai hamba-Nya yang berlaku adil, karena berlaku adil lebih mendekatkan kita kepada takwa. Bila Allah telah menyukai kita, insya Allah kita akan dianugerahi-Nya keberuntungan di dunia dan akhirat. Amin.
bisnislami.blogspot.com
***


Selengkapnya...

Bila ingin menjadi pebisnis yang beruntung, berbisnislah dengan penuh tanggungjawab kepada Allah

By Dana Anwari. Mulailah bersikap sebagai pebisnis bila ingin menjadi pebisnis. Pebisnis itu pemimpin yang terpimpin oleh petunjuk-Nya. Petunjuk Allah itu adalah keinginan untuk mau saling berbagi kekayaan dengan cara suka sama suka, menyenangkan dan menguntungkan semua pihak yang terlibat serta diberkati Allah.

Pebisnis yang baik sebagaimana dikehendaki Allah adalah pebisnis yang mau bertanggungjawab atas kepemimpinannya. Bila ia melakukan kesalahan, maka ia harus sanggup bertanggungjawab memperbaiki kesalahannya. Dan tanggungjawabnya yang terbesar adalah tanggungjawab kepada "tiada Tuhan selain Allah", yakni tanggungjawab melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. (QS An Nisa 4:29)

Nabi Muhammad saw. bersabda: "Penjual dan pembeli memiliki hak pilih selama belum berpisah. Apabila mereka jujur dan mau menerangkan (keadaan barang), mereka akan mendapat berkah dalam jual beli mereka. Dan jika mereka bohong dan menutupi (cacat barang), akan dihapuskan keberkahan jual beli mereka." (869 - HR Bukhari & Muslim)

Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahuinya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar. (QS Ash Shaff 61:10-12)


Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang menjelaskan. Dan Allah memimpin siapa yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (QS An Nur 24:46) Ikutilah apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu dan janganlah kamu mengikuti pemimpin-pemimpin selain-Nya. (QS Al Araaf 7:3)

O you who believe! Eat not up your property among yourselves unjustly except it be a trade amongst you, by mutual consent. (QS 4:29)

Hakim bin Hizam, may Allah be pleased with him, reported: Allah's Messenger (may peace be upon him) said: Both parties in a business transaction have the right to annul it so long as they have not separated; and if they speak the truth and make everything clear they will be blessed in their transaction; but if they tell a lie and conceal anything the blessing of their transaction will be wiped out. (869 - Bukhari & Muslim)

You who believe! shall I guide you to a commerce that will save you from a painful torment. That you believe in Allâh and his Messenger (Muhammad Sal-Allaahu ‘alayhe Wa Sallam), and that you strive hard and fight in the cause of Allâh with your wealth and your lives, that will be better for you, if you but know! (if you do so) He will forgive you your sins, and admit you into gardens under which rivers flow, and pleasant dwelling in Gardens of ‘Adn ­ Eternity [‘Adn (Edn) Paradise], that is indeed the great success. (QS 61:10-12)

We have indeed sent down (in This Qur’ân) manifest Ayât (proofs, evidences, verses, lessons, signs, revelations, lawful and unlawful things, and the set boundries of Islâmic religion, etc. that make things clear showing the right path of Allâh). and Allâh guides whom He wills to a straight path (i.e. to Allâh’s Religion of Islâmic Monotheism). (QS 24:46)
[Say (O Muhammad ) to these idolaters (pagan Arabs) of your folk:] follow what has been sent down unto you from Your Lord (the Qur’ân and Prophet Muhammad’s Sunnah), and follow not any Auliyâ’ (protectors and helpers, etc. who order you to associate partners in worship with Allâh), besides Him (Allâh). (QS 7:3)
bisnislami.blogspot.com
***


Selengkapnya...

Studi kasus penyelamatan bisnis MQ Corporation


By Dana Anwari. Majalah bisnis Swa dalam rubrik Tren & Analisis Peristiwa membuat laporan Menyelamatkan Aset di Gegerkalong Girang 38. Seperti rumah kartu, begitulah nasib bisnis dalam naungan MQ Corporation selepas keputusan Abdullah Gymnastiar berpoligami.
MQ Corp. yang bermarkas di Gegerkalong dan telah berhasil menampung sejumlah tenaga kerja kini membutuhkan tanggungjawab kepemimpinan setelah, kabarnya, Abdullah Gymnastiar selaku komandan jenderal kini lebih tertarik berdakwah daripada mengurusi bisnis MQ Corp.

Artinya, MQ Corp membutuhkan kepemimpinan baru. Artinya, MQ Corp. menuntut pertanggungjawaban kepemimpinan. Siapakah yang harus memimpin dan siapakah yang layak memimpin?
Marilah berkaca kepada sabda Rasulullah saw, yang menyatakan bahwa setiap orang adalah pemimpin. Artinya, seseorang memiliki kewajiban untuk menjadi pemimpin, setidaknya memimpin dirinya sendiri. Setelah itu, bila seseorang dipercaya menjadi pemimpin oleh orang-orang yang lain, ia harus mempertanggungjawabkan kepemimpinannya.
Bila pemimpin yang harus bertanggungjawab lepas tangan, maka pemimpin di bawahnya harus mampu bertanggungjawab terhadap peran kepemimpinan yang sudah diembannya. Begitu pun seterusnya. Bukankah kepemimpinan itu suatu amanah?

Kitab Shahih Bukhari meriwayatkan: Abdullah bin Umar r.a. mengabarkan, bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Setiap kamu adalah pemimpin. Dan setiap pemimpin bertanggung jawab atas kepemimpinannya. Imam itu pemimpin dalam keluarganya, bertanggung jawab terhadap kepemimpinannya. Laki-laki itu pemimpin, bertanggung jawab tentang kepemimpinannya. Wanita itu pemimpin dalam rumah tangganya, dan bertanggung jawab tentang kepemimpinannya. Khadam itu pemimpin bagi harta majikannya, bertanggung jawab terhadap kepemimpinannya.”
Kata Abdullah, agaknya Nabi saw. juga bersabda, “Laki-laki itu pemimpin bagi harta benda ayahnya dan bertanggung jawab terhadap kepemimpinannya. Kamu seluruhnya adalah pemimpin, bertanggung jawab atas kepemimpinannya.”


Problem yang dihadapi MQ Corp. merupakan satu studi kasus menarik. Adakah di antara Anda yang tertarik berbagi ilmu dan pengalaman untuk mencarikan jalan keluarnya?
Sebagai data untuk memahami problem MQ Corp, dikutipkan lengkap tulisan Teguh S. Pambudi dan Kristiana Anissa di Majalah Swa sembada edisi 18 Des 2008 – 7 Jan 2009,:
Menyelamatkan Aset di Gegerkalong Girang 38
Kamis, 18 Desember 2008
Oleh : Teguh S. Pambudi/Kristiana Anissa
Seperti rumah kartu. Begitulah nasib bisnis dalam naungan MQ Corporation selepas keputusan Abdullah Gymnastiar berpoligami. Satu demi satu kabar kurang sedap berembus dari Jl. Gegerkalong Girang 38, Bandung, markas besar kelompok usaha ini. Agustus lalu, misalnya, manajemen MQ TV merampingkan jumlah karyawan menyusul beberapa unit usaha yang lebih dulu menempuh langkah pahit ini.
Sukar untuk mengelak dari anggapan bahwa mendung di Gegerkalong tak ada hubungannya dengan keputusan Aa Gym sekalipun para eksekutif MQ Corp. menampik keterkaitan tersebut. Mereka selalu menunjuk kelemahan manajemen internal sebagai biang keladi kemunduran ini. Direktur Utama MQTV Dudung Abdul Gani, umpamanya, dalam satu kesempatan menjelaskan bahwa perusahaannya tak berkembang karena belum kuat secara finansial dan sulit mencari sponsor, selain manajemen yang belum baik.

Aa Gym saat dihubungi menolak diwawancarai mengenai bisnisnya dengan alasan lebih fokus ke dakwah. Begitu pula dengan Abdurrahman Yuri. Adik kandungnya yang juga pemimpin MQ Corp. ini pun bersikap sama.

Suka ataupun tidak, MQ Corp adalah aset bisnis yang punya nilai, setidaknya menyerap karyawan dan menciptakan multiplier effect bagi banyak orang. Lantas, adakah jalan untuk menyelamatkan aset ini demi kepentingan luas?

Pemikiran yang radikal menyarankan agar langkah Aa Gym dengan hanya berkonsentrasi ke dakwah, harus diikuti dengan mencabut seluruh keterkaitan dai kondang itu dengan bisnisnya. Mulai dari yang sifatnya fisik, seperti lokasi-lokasi bisnis yang berdekatan dengan Pesantren Daarut Tauhid, sampai yang sifatnya asosiatif, “berbau” Aa. Ini lantaran – sekalipun ditolak para eksekutifnya – bisnis MQ Corp. tak terlepas dari figur Aa Gym. Pria yang baru saja mendapat anak kandung dan menantu ini adalah sentral sekaligus magnet pergerakan bisnis MQ Corp. Dialah sang ikon yang menyedot masa. Siapa pun tahu Aa Gym dengan Daarut Tauhid dan MQ Corp. adalah rantai yang terkait erat, dan sejak awal, dai kondang itu sendiri telah mengikatkan antara personal branding dengan corporate branding buat bisnisnya.

Jurus yang lain adalah menjual MQ Corp. kepada investor. Harapannya, pemilik baru melakukan perombakan dan sekali lagi, melepaskan keterkaitan dengan sang magnet, memutus mata rantai personal branding dan corporate branding. Memutus…tus…tus.

Langkah-langkah radikal itu tampaknya tak mudah ditempuh. Bagi Fabian (bukan nama sebenarnya), brand MQ Corp. tak mudah dipindah secara fisik atau dijual karena asosiasi yang terbangun selama ini lebih berorientasi ke arah spiritual. Kalaupun dijual, jelas pengamat pemasaran yang tak ingin identitasnya disebut demi hubungan baik dengan MQ Corp. ini, harus benar-benar dirombak secara radikal.

Dia menilai, terlepas dari faktor poligamy effect, fondasi MQ Corp. memang belum kuat ketika mendiversifikasi bisnis. “Bisnisnya belum kokoh, manajemen belum terbentuk dengan baik dan blue print corporation-nya juga belum ada, tetapi sudah mau memasuki semua bidang. Ada ritel, penerbitan, broadcasting,” katanya.

Hermawan Kartajaya juga menilai MQ Corp. tergolong cepat berkembang dengan basis figuritas Aa Gym yang terlampau kuat. Saat sang ikon naik daun, bisnis-bisnis baru segera dirambah. Dan sewaktu citra sang ikon terempas, terjerembap pula bisnisnya. Apalagi, sadar ataupun tidak, MQ Corp. berbasis komunitas, terutama kalangan wanita yang sebelumnya sangat mengidolakan Aa Gym. Ini berbeda dari bisnis Martha Stewart, misalnya, yang tak langsung ambruk ketika Martha tersandung skandal saham. Lantaran fondasi bisnisnya kuat, bisnisnya jalan terus.

Peluang menyelamatkan bisnis MQ Corp., bagi Fabian, tetaplah ada. Namun, karena masalah yang dihadapi sekarang menyangkut kredibilitas pribadi, dibutuhkan waktu yang lebih panjang dan usaha yang lebih keras agar orang bisa menerima status poligami Aa Gym, terutama di kalangan wanita yang selama ini menjadi basis utama komunitasnya. Juga, membangun persepsi bahwa MQ Corp. adalah milik masyarakat luas yang mesti dipertahankan karena multiplier effect yang dimunculkannya. Bukan semata milik Aa Gym yang dulu mereka kagumi.

Alhasil, seperti kata Aa Gym sendiri, sekarang adalah masanya menguji mana bisnis yang mengandalkan figuritas, mana yang tidak. Dan tampaknya, faktanya memang demikian. Yang terkait dengannya, rontok atau melempem. Tak ada lagi bisnis foto-foto bersama sang ikon, umpamanya. Begitu juga yang menampilkan Aa Gym seperti televisi.

Selain bisnis tur dan travel, bisnis yang masih berjalan di antaranya ritel. A. Feri Susanto, Direktur MQ Produk Konsumer dan Ritel yang juga memimpin Radio MQ FM Lampung, menegaskan bahwa pada prinsipnya bisnis yang dijalankan profesional dan tidak mengenal figuritas tidak akan menghadapi masalah. MQ Produk Konsumer dan Ritel hingga saat ini masih berjalan baik dengan produk utama air minum dalam kemasan bermerek MQ Jernih. Kini, pihaknya telah memulai membangun Anjungan Tunai Mandiri (ATM)) yang disebut ATMQ. Produk ini dapat dimiliki komunitas MQ yang ingin berinvestasi dalam pembuatan ATM tersebut. Sejak Juli 2008 telah dibangun lima unit di Bandung dan Solo, serta menyusul lima unit lain di lima pesantren, termasuk milik Ustadz Yusuf Mansyur dan Al-Azhar, Jakarta. Selain dengan BPR Islahul Ummah yang juga merupakan salah satu anak perusahaan MQ Corp, ATMQ menggandeng 19 bank umum lain untuk transaksi. Feri menjelaskan, MQ Corp. yang dulu merupakan operational holding bagi anak-anak usahanya kini telah berubah menjadi investment holding.

Bagi Fabian, selain perampingan, langkah penting yang mesti dilakukan adalah memilah mana yang prospektif, yang tak terkait dengan figuritas, dan membuat unit-unit tersebut menjadi lebih profesional. “Yang penting, bangun bisnis yang masih punya prospek, yang masih bisa dikendalikan, di-maintain, disehatkan kemudian dibesarkan. Jadi, jangan terlalu banyak memelihara anak dalam bisnisnya tersebut, 2-3 divisi saja cukup,” katanya tegas. Sementara itu, yang tidak prospektif ditutup atau divakumkan dulu hingga publik bisa “berdamai” dengan seorang dai sekaligus pebisnis dari Gegerkalong yang dulu mereka kagumi.

Inilah jalan agar aset-aset di Gegerkalong Girang 38 tak lagi seperti rumah kartu.
URL : http://www.swa.co.id/swamajalah/tren/details.php?cid=1&id=8482
***




Selengkapnya...

Kita menjadi mulia karena kemampuan kita mengelola harta dan ilmu dengan takwa

By Dana Anwari. Bisnis kita menjadi mulia bila pengelolaan bisnis itu dilakukan dengan ketakwaan kepada Allah.
Kita menjadi mulia bukan karena harta dan ilmu yang kita miliki, tetapi kita dimuliakan Allah karena ketaqwaan kita memanfaatkan harta dan ilmu sesuai kebenaran petunjuk-Nya.

Masihkah kita meragukan kebenaran dari "tiada Tuhan selain Allah"? Padahal Dia lah Yang Maha Memiliki Kebesaran dan Kemuliaan, Ya Allah ya Zul-jalal wal-Ikram. Dia lah Yang Maha Kaya, Ya Allah ya Ghaniyy. Dia lah Yang Maha Pandai, Ya Allah ya Rasyid. Dia lah Yang Maha Pemandu, Ya Allah ya Hadi. Dia lah Yang Maha Benar, Ya Allah ya Haqq. "Sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain Dia." (QS Huud:84)

Ilmu dan harta yang dimanfaatkan untuk rencana jahat akan mendapatkan balasan yang setimpal dari Allah Yang Maha Pembuat Derita, Ya Allah ya Darr.
Ilmu dan harta yang dimanfaatkan dengan rasa iman kepada "tiada Tuhan selain Allah", insya Allah akan mendatangkan rezeki yang tak terhingga dan rezeki kemuliaan.

Kehidupan dunia dijadikan indah dalam pandangan orang-orang kafir, dan mereka memandang hina orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu lebih mulia.

Kehidupan dunia (dan kemewahannya) diperhiaskan (dan dijadikan amat indah) pada (pandangan) orang-orang kafir, sehingga mereka (berlagak sombong dan) memandang rendah kepada orang-orang yang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa (dengan imannya) lebih tinggi (martabatnya) daripada mereka (yang kafir itu) pada hari kiamat kelak dan (ingatlah), Allah memberi rezeki kepada sesiapa yang dikehendakiNya dengan tidak terkira (menurut undang-undang peraturanNya). (QS Al Baqarah:212)
Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia. (QS Al Anfal:4)
Siapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuliaan itu semuanya. Kepada-Nya lah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang saleh dinaikkan-Nya. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras, dan rencana jahat mereka akan hancur. (QS Fathir:10)
Sesungguhnya setan itu hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. (QS Al Baqarah:169)

Beautified is the life of this world for those who disbelieve, and they mock at those who believe. But those who obey Allâh’s Orders and keep away from what He has forbidden, will be above them on the Day of Resurrection. And Allâh gives (of His Bounty, Blessings, Favours, Honours on the Day of Resurrection) to whom He wills without limit.
It is they who are the believers in truth. For them are grades of dignity with their Lord, and Forgiveness and a generous provision (Paradise).
Whosoever desires honour, (power and glory), then to Allâh belong all honour, power and glory (and one can get honour, power and glory only by obeying and worshipping Allâh (Alone)). To Him ascend (all) the goodly words, and the righteous deeds exalt it (i.e. the goodly words are not accepted by Allâh unless and until they are followed by good deeds), but those who plot evils, theirs will be severe torment. And the plotting of such will perish.
He ( Shaitân (Satan)) commands you only what is evil and Fahshâ (sinful), and that you should say against Allâh what you know not.
"O my people! Worship Allâh, you have no other ilâh (god) but Him."
http://bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

Belajar dagang dari cara Muhammad SAW memulai bisnis: memperkaya dirinya dengan kejujuran, keteguhan memegang janji, dan sifat-sifat mulia lainnya


By Dana Anwari. Usaha untuk berdagang, atau belajar berdagang, dapat dilakukan selagi muda. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Muhammad saw. Pada usia sekitar 12 tahun, Muhammad kecil telah belajar berdagang secara magang dengan pamannya yang pengusaha. Bukankah itu sudah dilakukan oleh pedagang Cina terhadap anak-anaknya dalam mengelola warung dan toko yang mereka miliki?

Nio Gwan Chung dalam bukunya berjudul Muhammad SAW, The Super Leader Super Manager mengungkapkan kisah bisnis Nabi Muhammad saw yang memperkaya dirinya dengan kejujuran, keteguhan memegang janji, dan sifat-sifat mulia lainnya. Diterbitkan oleh Tazkia Multimedia dan Prophetic Leadership & Management.
"Karir bisnis Muhammad SAW dimulai ketika beliau ikut pamannya berdagang ke Syria. Waktu itu beliau masih berumur 12 tahun. Sejak itulah Muhammad SAW melakukan semacam kerja magang (internship) yang berguna kelak ketika beliau mengelola bisnisnya," tulis Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec alias Nio Gwan Chung, yang beribu Hajjah Suniah Badrahalim (Liem Soen Nio) dan berayah seorang Haksu atau Biksu Buddha Tridharma, Nio Sem Nyau.

Muhammad saw, lanjut Syafii Antonio, "Menjelang usia dewasa, beliau memutuskan perdagangan sebagai karirnya. Beliau menyadari bahwa bahwa pamannya bukanlah orang kaya namun memiliki beban keluarga yang cukup besar. Oleh karena itu Muhammad SAW muda berpikiran untuk ikut meringankan beban pamannya dengan berdagang."

"Agaknya, profesi sebagai pedagang ini telah dimulai lebih awal daripada yang dikenal umum dengan modal Khadijah. Ketika merintis karirnya tersebut, beliau memulai dengan berdagang kecil-kecilan di kota Makkah. Beliau membeli barang-barang dari satu pasar kemudian menjualnya kepada orang lain. Sampai kemudian beliau menerima modal dari para investor dan juga para janda kaya dan anak-anak yatim yang tidak sanggup menjalankan sendiri dana mereka, dan menyambut baik seseorang yang jujur untuk menjalankan bisnis dengan uang yang mereka miliki berdasarkan kerjasama Mudharabah."

"Dengan demikian, terbukalah kesempatan yang luas bagi Muhammad SAW untuk memasuki dunia bisnis dengan cara menjalankan modal orang lain, baik dengan upah (fee bases) maupun dengan system bagi hasil (profit sharing)."

"Dalam menjalankan bisnisnya tersebut, beliau memperkaya diri dengan kejujuran, keteguhan memegang janji, dan sifat-sifat mulia lainnya. Akibatnya, penduduk Makkah mengenal Muhammad SAW sebagai seorang yang terpercaya (al-amin). Para pemilik modal di Makkah waktu itu semakin banyak yang membuka peluang kemitraan dengan Muhammad SAW. Salah seorang pemilik modal tersebut adalah Khadijah yang menawarkan kemitraan berdasarkan mudharabah (bagi hasil). Dalam hal ini, Khadijah bertindak sebagai pemodal (shahibul mal), sementara Muhammad SAW sebagai pengelola (mudharib). Belakangan, Muhammad SAW menikah dengan Khadijah dan menjalankan bisnis bersama."

Ingin membaca lebih lengkap dan membeli bukunya, silakan hubungi http://www.tazkiaonline.com dan http://www.prolmcentre.com.
bisnislami.blogspot.com
***


Selengkapnya...

Mario Teguh menebarkan bisnis Islami, membuktikan Islam adalah rahmat bagi semesta alam


"Masih banyak orang yang salah faham terhadap Islam. Ada satu pengalaman yang mengherankan sekaligus membuat saya prihatin. Dalam satu seminar di acara coffee break isteri saya didatangi salah seorang peserta penganut agama Kristen yang taat. Masih kepada isteri saya, orang itu memberi komentar bahwa saya menerapkan ajaran Injil dengan baik. Lalu dengan lembut, penuh kehati-hatian, isteri saya memberitahu bahwa saya seorang muslim. Sontak orang itu terperanjat saat mengetahui bahwa saya seorang muslim. Yang membuat isteri saya (dan kemudian juga saya) prihatin adalah ucapannya, "Loch, koq ada ya orang Islam yang baik macam Pak Mario !?" Saya pun terkekeh mendengarnya. Nah ini kritik dan sekaligus menjadi tugas kita semua untuk memperbaiki citra Islam, "begitu jawaban motivator yang lagi ngetop di Indonesia, Mario Teguh, menjawab pertanyaan reporter dari 'Cahaya Sufi'.

Ada lagi yang menarik dari reportase itu, ketika Mario Teguh ditanya, "Anda punya pengalaman keberislaman Anda yang inclusive itu?"
Motivator yang berawal tampil di stasiun teve O Channel lalu juga tampil di The Golden Ways Metro TV itu menjawab, "Iya. Pernah beberapa peserta saya mengklaim materi yang baru saja selesai saya sampaikan menurut sudut pandang keyakinan agama mereka. Seorang peserta yang beragama Kristiani mengatakan bahwa materi saya ada juga di ajarkan dalam Injil. Peserta lain yang beragama Islam mengaku bahwa materi yang saya sampaikan ada di Al-Quran surat al-Maidah. Peserta yang Budha menganggap bahwa materi saya itu penerapan dari Dharma-dharma Budha. Saya hanya mengembalikan semua apresiasi itu kepada-Nya."

Nabi Muhammad saw yang mengajarkan agama Islam adalah rahmat bagi semesta alam. Ajaran Islam yang bersumber dari wahyu Allah yang disampaikan Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw, adalah diperuntukkan bagi semua manusia, semua umat manusia. Sebagaimana bunyi firman "tiada Tuhan selain Allah" dalam Al Quran surat Al Anbiya ayat 107; "Dan tiadalah Kami mengutus kamu (Hai Muhammad), melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."
Marilah mencitra-dirikan keIslaman kita sebagaimana maunya Allah swt! Ukurannya adalah apa yang kita lakukan haruslah dalam rangka meraih rida Allah, Tuhan kita Yang Maha Tunggal, Esa tanpa sekutu.

Selengkapnya bacalah di bawah ini atau di www.sufinews.com.

Saya Tak Mau Repot dengan Label Formal Ketuhanan
Mario Teguh, 50 thn - Konsultan & Motivator

Stephen R. Covey dalam The Seven Habits of Highly Effective People melihat ada kontras yang tajam hampir di semua literatur motivasi dalam 150 tahun belakangan ini, yang berfokus pada apa yang disebut Etika Karakater (Characer Ethic) dan Etika Kepribadian (Personality Ethic). Etika Karakater (Character Ethic) sebagai dasar keberhasilan (seperti integritas, kerendahan hati, kesetiaan, pembatasan diri, keberanian, keadilan, kesabaran, rajin, kesederhanaan dan kesantunan), dan mengajarkan bahwa orang hanya dapat mengalami keberhasilan yang sejati, kebahagiaan yang abadi jika mereka belajar dan mengintegrasikan prinsip-prinsip ini ke dalam karakter dasar manusia dianggap sebagai bagian dari pendekatan kepribadian yang manipulatif.

Dalam padangan R. Covey, Etika Karakter macam ini hanya mendorong orang untuk membuat orang lain menyukai mereka, atau berpura-pura tertarik terhadap hobi orang lain untuk mendapat apa yang diinginkan dari orang tersebut, atau untuk menggunakan "penampilan kekuasaan". Etika Karakter sekedar lips service saja; penggerak dasarnya adalah teknik mempengaruhi dengan cepat, strategi kekuasaan, keteramplian berkomunikasi, kepandaian beretorika dan sikap positif.

Sedang Etika Kepribadian (Personality Ethic) pada dasarnya menenempuh dua pendekatan: satu adalah teknik hubungan manusia dan masyarakat, dan yang satu lagi adalah sikap mental positif (SMP). Sebagian dari filosofi ini diekspresikan di dalam pepatah yang mendatangkan ilham seperti, "Sikap anda menentukan ketinggian posisi anda," "Senyum menghasilkan banyak teman dari pada kerutan pada dahi," dan "Apapun yang dapat dipahami dan diyakini oleh benak manusia itu pasti dapat tercapai."

Lalu apa sebenarnya motivasi dan kegunaannya bagi kehidupan manusia? Benarkah kehadiran Motivator ditengah masyarakat disamping memberi semangat, ia juga menstimulus kecerdasan? Lantas, kecerdasan macam apa yang didorong motivator dari para klien ? Adakah Tuhan dan agama di Dunia Motivasi ? Dimana sesungguhnya titik temu antara Dunia Motivasi dengan Dunia Sufi ?Apa arti kesuksesan sejati ? Banyak hal dan hikmah yang akan kita temukan dibalik jawaban-jawaban yang dipaparkan oleh Super Talk, Mario Teguh, motivator yang tulisan-tulisannya dapat kita baca di surat kabar harian Media Indonesia setiap Selasa dan Kamis. Motivasi-motivasinya yang renyah juga dapat kita nikmati setiap Rabu di Radio Delta Fm 99,1 dan Jum'at di Radio Pro2 Fm 105 jam 7 - 8 pagi. Berikut wawancara Cahaya Sufi bersama Mario Teguh:

Mengingat laku sebagian saudara sebangsa saat ini, kita terpaksa mengingat kembali tesis Francis Fukuyama tentang The Law Trush Society. Begitu rendah kepercayaan kita satu sama lainnya dan kemarahan, benar-benar telah didudukkan sebagai ujung tombak komunikasi kita. Karena itu kepatuhan terhadap peraturan menjadi begitu rendah. Dan ujung dari semua ini ialah karena satu sama lain dari kita telah saling tidak percaya. Apakah bangsa ini telah patah arang dan kehilangan motivasi?
Banyak orang yang salah mengartikan motivasi. Motivasi oleh sebagian orang hanya dipahami sebagai sebuah tranfusi semangat dari satu atau dua orang kepada orang lainnya. Tapi sebetulnya pengertian motivasi lebih dari sekedar itu. Motivasi itu harus ada dibangun pada diri sendiri dan menjadi kemampuan yang memperbesar dirinya sendiri seiring dengan berjalannya waktu. Sebagai motivator, tugas kita hanya memberikan formula-formula yang bisa di internalisasi oleh klien untuk menjadi satu mekanisme penyemangatan diri mereka sendiri. Nah kalau formula-formula itu sudah menginternalisasi dan menjadi mekanisme penyemangatan sendiri, mereka tidak lagi terlalu bergantung pada suasana-suasana bersemangat yang biasanya malah kadang-kadang agak palsu.

Formula yang anda tawarkan seperti Emotional Question (EQ) nya Daniel Goldman, begitu?
Kira-kira begitulah. Tapi saya mengistilahkannya dengan Emotional Intelegents atau Kecerdasan Emosi.

Jabarannya seperti apa?
Banyak cara yang ditawarkan orang dalam melatih responcibility seorang klien. Ada orang yang dilatih untuk berespon agresif terhadap stimuli. Ada juga yang berlatih merespon dengan cara melarikan diri. Ada pula yang menggunakan pendekatan bersembunyi atau mencari pembenaran diri pada apapun. Pada pendekatan yang terakhir ini apapun dibenarkan sebagai dukungan terhadap kebenaran diri karena mendapat serangan dari lingkungan. Nah paradigma ini yang biasanya dibangun dalam budaya. Sehingga muncul budaya kalau tidak setuju diam saja, nanti kalau sudah keterlaluan baru kita bereaksi. Nah ini mengakibatkan sekelompok orang untuk diam selama tidak setuju dan kalau sudah tidak tahan baru bereaksi dengan reaksi yang lebih agresif dan anarkis.

Kecerdasan emosi itu bukan semata kemampuan seseorang mengendalikan emosi pada tempat dan waktu tertentu. Dalam Kecerdasan Emosi seseorang dibekali semacam peta baku yang menjadi "rujukan" untuk respons terhadap spekuli, atau respons terhadap hubungan. Seorang anak yang sudah memiliki Peta Kecerdasan Emosi tidak akan berespons negatif ketika dihina sebab dalam dirinya sudah ada peta bahwa hanya orang yang rendah saja yang marah ketika direndahkan orang lain. Seseorang yang sudah memiliki Peta Kecerdasan Emosi tidak akan berespons negatif ketika dikatakan bodoh oleh pihak lainnya sebab dalam Peta Emosi yang dimilikinya ada petunjuk bahwa hanya orang bodoh saja yang mengatakan orang lain bodoh. Kalau secara kolektif bangsa ini di isi oleh individu-individu yang bereaksi positif terhadap apapun yang terjadi dilingkungan kita, yakinlah kehidupan berbegara dan berbangsa ini akan lebih damai dan syahdu.

Jadi, penyemangatan yang kita bicarakan adalah penyemangatan yang memiliki muara pada pengertian-pengertian baik dan positif, bukan dari acara hingar bingar seperti musik keras atau teriak-teriak atau loncat-loncat atau melalui obat atau minuman yang membantu artificial kita untuk merasa kelihatannya seperti bersemangat. Penyemangatan yang demikian ini sesaat saja sifatnya.

Di Jepang ada sebuah toko barang antik yang disediakan untuk para eksekutif yang tengah dilanda amarah. Disitu, orang boleh memecah berbagai jenis keramik yang ada dengan harapan setelah itu orang akan merasa lega karena amarahnya telah ditumpahkan pada barang-barang yang dipecahnya. Anda menghindari pendekatan macam ini?
Ya. Seperti yang saya katakan barusan, pendekatan macam itu temporal saja sifatnya. Dan ini bukan pemecahan. Marah hanya bisa diobati dengan memaafkan. Menahan amarah tanpa memaafkan hanya akan menambah penyakit saja.

Tapi dalam konsep tasawuf, memaafkan itu harus dilatih terus menerus seiring dengan tumbuhnya "kedewasaan ruhaniah" seseorang. Masih dalam konteks tasawuf, memaafkan itu hasil perjuangan dari pengendalian kekuatan ghadhab (amarah) yang berada diantara dua tekanan; pengecut dan pemberang. Bagaimana menurut Anda?
Nah disinilah letak perbedaan antara Ilmu Kejiwaan Barat dengan Ilmu Kejiwaan dalam agama. Ilmu Kejiwaan Barat tidak menyertakan komponen keyakinan yang murni sebagai mekanisme manusia sebagai sebuah sistem, sedang Ilmu Kejiwaan dalam agama menyertakan proses bahwa manusia itu bagian dari sebuah keberadaan yang lebih besar, yakni Tuhan. Dan apa yang Anda sampaikan itu adalah bagian dari Ilmu Kejiwaan dalam agama.

Apa yang Anda katakan itu memang sudah seharusnya demikian bagi orang yang sudah mengakui keberadaan Tuhan. Karena kalau kita sudah menerima Tuhan, semua waktu, tempat, keadaan dan kesempatan dipersembahkan hanya untuk Tuhan. Alasan kita tersenyum di pagi hari kepada isteri dan anak-anak, menyambut mereka dengan santun, berusaha datang tepat waktu untuk memenuhi janji, itu semua bukan semata-mata karena didasari atas kesantunan kita sebagai manusia, melainkan kita ingin mengabdi kepada-Nya.
Kembali pada "memaafkan" yang Anda katakan, dia sebenarnya akibat dan bukan sifat. Memaafkan adalah sebuah peralihan dari pusat ego kepada altruisme. Orang-orang altruis dalam al-Quran disebut sebagai orang-orang yang berbuat baik (al-muhsinun; red). Semakin jelas disini bahwa memaafkan tak bisa direkayasa secara artificial dengan upacara pemutihan seperti acara halal bi halal misalnya. Serupa dengan memaafkan, kesabaran pun demikian. Ia bukan sifat tapi akibat. Ya, akibat dari karena ia mengerti resiko, mengerti reaksi yang tidak proporsional. Orang yang penyabar dan pemaaf itu sebenarnya cermin dari pengertian luas yang ia miliki. Karenanya kalau ada orang dilahirkan enggak bisa marah, itu bukan kesabaran tapi ketidaknormalan.


Saat memberikan terapi atau memotivasi, diantara Ilmu Kejiwaan Barat dan Ilmu Kejiwaan dalam agama, mana yang anda gunakan?
Kalau Anda perhatikan penjelasan saya diatas, sebenarnya "peta" yang ada dalam Kecerdasan Emosional yang saya tawarkan merupakan gugusan pilar dari kebenaran, keindahan dan kebaikan. Hal ini didasari oleh fitrah kehidupan bahwa manusia dalam hidup itu tak lepas dari menginginkan kebaikan, menyukai keindahan dan mencari kebenaran. Tapi dalam realitas kehidupan, tiga hal ini lebih sering dirasakan oleh manusia sebagai tiga hal yang berdiri sendiri-sendiri. Misalnya kebenaran yang dicari ternyata malah membawa kepedihan, keindahan yang disukainya ternyata tidak membawa kebaikan, atau kebaikan yang diusahakan malah bertentangan dengan kebenaran. Pada saat yang demikian manusia tidak dapat menikmati keadaan itu secara sempurna lalu mengidap split personality atau kepribadian yang terpecah belah. Nah kira-kira melalui apa manusia dapat menemukan dan merasakan kebenaran, keindahan dan kebaikan sejati (haqiqi; red)? Dalam beragama bukan?!

Wah penjelasan Anda nyufi banget loh ?!
Ha…ha…ha…terimakasih, Mas. Tapi terus terang. Dalam menjalankan tugas (baik sebagai pembicara publik maupun motivator) saya menghindari komponen-komponen komunikasi yang terlalu mengindikasikan agama Islam secara formal atau verbal.

Kenapa ?
Buat saya, ketika kita betul-betul dengan sadar sesadarnya mengatakan "ya !" terhadap keberadaan dan keesaan Allah (laa ilaaha illallaah; red) kita tak perlu repot-repot lagi memikirkan lebel-lebel formal ketuhanan. Pokoknya terus berlaku jujur, menjaga kerahasiaan klien, menganjurkan yang baik, menghindarkan perilaku, sikap dan pikiran buruk, saya rasa ini semua pilihan orang-orang beriman. Itu alasan pertama.

Alasan kedua, Islam itu agama rahmat untuk semesta alam loch. Berislam itu mbok yang keren abis gitu loch ! Maksudnya jadi orang Islam mbok yang betul-betul memayungi (pemeluk) agama-agama lain. Agama kita itu sebagai agama terakhir dan penyempurna bagi agama-agama sebelumnya. Agama kita puncak kesempurnaan agama loch. Dan karenanya kita harus tampil sebagai pembawa berita bagi semua. Kita tidak perlu mengunggul-unggulkan agama kita yang memang sudah unggul dihadapan saudara-saudara kita yang tidak seagama dengan kita. Bagaimana Islam bisa dinilai baik kalau kita selaku muslim lalu merendahkan agama (dan pemeluk) agama lain.


Apakah dalam pandangan Anda semua agama itu sama ?
Ha…ha…ha…ya jelas tidak sama toch, Mas. Tapi oleh Tuhan manusia diberi kebebasan memilih diantara ketidak samaan itu. Saya tidak akan mengatakan bahwa perbedaan itu rahmat, tapi saya akan menunjukkan Windows Operating System yang dikeluarkan Microsof. Masih ada toch Mas orang yang masih menggunakan Windows 95? Masih ada juga kan orang yang menggunakan Windows 98 atau Windows 2000? Dan Anda sendiri sekarang menggunakan Windows XP kan?. Begitu juga dengan agama-agama Tuhan, Mas. Ada versi-versi yang sesuai untuk zamannya, untuk kelengkapan fikiran di zaman itu dan disana ada jenis kemampuan masing-masing orang dalam menyikapinya. Masak Anda mau memaksa orang lain untuk memakai XP pada orang yang kemampuannya cuma sebatas memiliki Windows 95? Tidak toch!? Alangkah indahnya kalau semua orang Islam ketika bicara dapat diterima semua pemeluk agama lain.

Contohnya seperti apa pembicaraan yang dapat diterima semua pemeluk agama ?
"Anda adalah direktur utama dari perusahaan jasa milik Anda sendiri. Anda adalah CEO dari kehidupan Anda sendiri. Anda sebenarnya, sepenuhnya bertanggungjawab atas bisnis kehidupan Anda dan apapun yang akan terjadi pada diri Anda sendiri. Anda bertanggungjawab atas semuanya antara lain, produksi, pemasaran, keuangan, RND dan lain sebagainya diperusahaan kehidupan Anda. Demikian pula Anda sendirilah yang menentukan berapa besar gaji Anda, berapa income Anda. Bila Anda tidak puas dengan penghasilan yang Anda terima, Anda bisa melihat didekat cermin Anda dan menegosiasikan pada bos Anda, yakni Anda sendiri yang ada didalam cermin," begitu kira-kira. Nah, menurut saya etos demikian tak dapat dibantah oleh semua ajaran agama-agama yang ada didunia.

Apa yang anda contohkan bukan malah menujukkan bahwa manusia adalah segala-segalanya. Terkesan, seolah-olah Tuhan tak memiliki peran apa-apa disana ?
Diatas saya mengatakan bahwa alasan kita tersenyum di pagi hari kepada isteri dan anak-anak, menyambut mereka dengan santun, berusaha datang tepat waktu untuk memenuhi janji, itu semua bukan semata-mata karena didasari atas kesantunan kita sebagai manusia, melainkan kita ingin mengabdi kepada-Nya. Begitu juga dengan contoh barusan, itu sebenarnya merupakan cermin atas pesan agama yang meminta totalitas kita dalam menjalankan sebuah amanah. Apalagi jika kita bicara tentang "cermin", akan sangat panjang pembicaraan kita. Dan setiap spirit tidak selalu harus ada embel-embel nama surat atau ayat dari kitab suci tertentu. Bukankah seorang jenderal paling ateis pun ketika melepaskan pasukannya ke medan perang tak dapat menghindarkan diri dari ucapan, "Semoga kalian sukses!". Kalimat "Semoga" disitu menyimpan harapan campur tangan kekuatan dari Yang Maha Kuat. Biarlah Tuhan menjadi sesuatu yang tersembunyi dikedalaman relung hati kita yang paling dalam.

Anda ingin mengatakan bahwa dibalik cermin tersebut ada impian masa depan dan perencanaan strategis, begitu ?
Ya, tepat sekali. Salah satu pengamatan penting yang dapat ditemukan pada suatu perusahaan atau individu adalah perusahaan yang dapat mengetahui nilai utamanya dan dapat membuat perencanaan ke depan serta mengetahui apa yang harus dikerjakan dalam mencapai misi dan visi perusahaan.

Demikian pula dengan "perusahaan" Anda. Anda harus memiliki "impian" masa mendatang serta membuat perencanaan strategis yang harus dijalankan sesuai dengan proses yang direncanakan, sehingga Anda bisa mengerjakan apa yang harus Anda kerjakan dan bukan yang Anda senang kerjakan.


Lantas…?
Dengan melakukan perancanaan dan fokus pada proses serta melakukan perbaikan-perbaikan secara berkesinambungan maka Anda akan dapat memperbaiki secara drastis kinerja yang akan dicapai. Tulislah seluruh nilai-nilai yang Anda impikan, buat daftar nilai-nilai tersebut, implementasikan sistem pareto pada list tersebut sehingga dapat ditemukan inti dari keinginan-keinginan Anda serta kemudian dedikasikan diri Anda sepenuhnya pada nilai-nilai kunci yang telah Anda pilih sendiri.

Sekali Anda telah memutuskan nilai-nilai kunci tersebut maka untuk selanjutnya Anda harus secara konsekwen menjalankannya dalam kehidupan Anda serta memakai nilai-nilai tersebut sebagai kompas dalam tindakan-tindakan Anda selanjutnya. Nilai-nilai tersebut dapat Anda pakai sebagai pondasi didalam Anda memutuskan apa yang akan Anda lakukan setiap harinya. Bila terjadi suatu kebingungan atas beberapa pilihan, Anda harus kembali pada nilai-nilai tersebut didalam memutuskannya. Nah disinilah pentingnya kita memiliki Peta Kecerdasan Emosi dan jangan paksa saya untuk menyebutkan surat apa dan ayat berapa termuat didalam kitab suci. Ha…ha…ha…


Jadi, menurut anda apa asset paling utama untuk perusahaan dan indvidu ?
Asset yang paling utama bagi suatu perusahaan dan individu adalah reputasi. Pemasaran adalah persaingan antar persepsi yang ada dibenak pelanggan dan bukan persaingan antara produk yang sebenarnya. Jadi, reputasi dan persepsi suatu perusahaan atau individu adalah sesuatu yang amat penting dalam mencapai kesuksesan.

Jika ditemukan kegagalan, dimana letak masalahnya?
Saya melihat hanya sales people yang gagal, yang disebabkan karena mereka banyak menghabiskan waktu untuk melakukan sesuatu yang kurang memberikan nilai-nilai kunci pada perusahaan kehidupan mereka. Sebaliknya, bagi para sales people yang sukses, umumnya mereka fokus pada aktifitas yang banyak memberikan nilai-nilai tambah dalam perusahaan kehidupannya.

Termasuk memberi nilai tambah estetika untuk perusahaan yang bernama Republik Indonesia karena kemerosotan perilaku bangsanya yang terjadi disana-sini?
Ha…ha…ha…Dalam sekali anda! Tapi memang benar, pengalaman estetika itu memang menjadi soal yang mendesak bagi masyarakat kita akhir belakangan ini. Sehingga mata pendidikan estetika pun menjadi pendidikan yang layak diakselarasi. Estetika bukan sebatas menyangkut kesenian semata, ini adalah peristiwa kebudayaan. Estetika itu awalnya adalah ketakjuban manusia dihadapan alam. Lalu alam itu mengajarkan bermacam-macam persoalan agar manusia meniru dan menduplikasinya. Sejak itulah lahir peristiwa kesenian. Didalam kesenian jiwa manusia diperkenalkan kepada nilai-nilai yang lebih luhur. Dari keluhuran seni, manusia tergerak untuk mencari pengalaman yang lebih tinggi dan bertemulah dengan pengalaman reliji. Dari seni pindahlah mereka kepada agama. Dari sekedar pengalaman estetik maka menginjaklah manusia kedalam pengalaman relejius.

Sama seperti para ahli tasawuf saat membahas cahaya dari proses manusia bahwa hidup adalah sebuah tamsil agung tentang perjalanan seorang manusia menembus lorong dirinya sendiri, tanpa kawan, tanpa bekal, tanpa lentera…..?
Ha…ha…ha…. Anda lebih paham soal itu. Kembali kepada pendidikan estetika tadi, itulah pendidikan yang hasilnya akan kita nikmati dalam bentuk nilai kepatuhan publik kepada hukum, tertib sosial, sikap mental masyarakat yang hidup dan menjunjung tinggi kedaulatan umum. Dan bangsa ini akan menjadi bangsa yang peka terhadap alam dan kemanusiaan.

Sekaligus menjadi bangsa yang tampil lebih kuat dihadapan hasutan budaya pop dan tidak mudah memuja sesuatu yang sejatinya biasa-biasa saja cuma karena ia di populerkan oleh media massa ?
Ya. Hasil pendidikan itu membuat bangsa ini mudah mengenali sesuatu yang sejatinya indah dan gerah ketika melihat limbah.

Dengan cara apakah pendidikan estetika ini harus dijalankan ?
Oleh karena estetika itu lebih luas dari hanya mengenali lukisan cantik, tidak mudah memang untuk menyingkapnya. Tapi jika mau sederhana mulailah dari diri kita dan masing-masing komponen bangsa untuk kemudian para pemimpin yang besar visi estetik nya dan kesuksesan pun siap untuk dijelang.

Apa arti sukses menurut anda ?
Perjalanan 50 tahun hidup yang sudah saya jalani menyimpulkan bahwa sukses itu tidak selalu berarti mendapat piala atau pujian, meski tak ada salahnya jika kita mendapatkan keduanya. Hanya saja itu semua bukan kriteria dari sukses itu sendiri. Karenanya tak jarang orang kemudian sulit menemukan kesuksesan-kesuksesan yang pernah diraihnya.

Secara sederhana sukses adalah bagaimana kita keluar dari comfort zone kita dan mencoba menjadi lebih baik dari sebelumnya. Dengan definisi ini Anda akan melihat begitu banyak kesuksesan yang bisa Anda lihat pada diri Anda. Kalau kemarin Anda baru bisa membantu satu orang, hari ini Anda bisa membantu dua dan besok Anda bisa membantu lebih banyak lagi, maka anda sukses. Dengan perasaan yang positif mengenai kesuksesan yang pernah Anda raih, maka Anda akan merasa semakin sukses dan semakin percaya diri dengan cita-cita, visi dan misi hidup Anda.

Saya sangat tidak setuju dengan ungkapan, "Biarlah kita sekarang susah, asal nanti kita sukses". Ini jelas enggak pernah bakal sukses. Saya bertanya, dimana anak tangganya? Bukankah untuk meraih kesuksesan besar harus diawali dengan kesuksesan kecil dan sedang?. Ada pepatah yang mengatakan, "Sukses akan melahirkan sukses yang lain." Nah dari pepatah ini dapat diambil pelajaran, apabila kita semakin mudah untuk melihat kesuksesan kita dari hal-hal yang kecil, maka mudah bagi kita untuk mengumpulkan, mengakumulasikan dan melangkah mencapai sukses yang lebih besar. Percaya dech, dengan sukses kecil-kecil itu, cepat atau lambat sukses yang lebih besar akan menjemput Anda.


Tapi sayang, umumnya, masyarakat kita menilai sukses seseorang dari ukuran-ukuran materi seperti merek mobil yang digunakan, mewahnya rumah yang dimiliki dan lain sebagainya. Bagaimana komentar Anda ?
Ini jelas penilaian yang harus diluruskan sebab akan ada akibatnya; jika tidak kaya atau bergelimang harta maka seseorang tidak dikatakan sukses. Sehingga pada akhirnya berlomba-lomba setiap orang untuk mencari kekayaan yang lepas dari cara yang halal atau yang haram karena ia takut kalau dikatakan tidak sukses. Jika kekayaan itu sudah diraihnya, pasti ia mudah terlena dengan kekayaan itu. Dengan angkuh, ia mengklaim bahwa kekayaan yang ada padanya itu hasil jerih payahnya sendiri. Ia lupa bahwa kekayaan sesungguhnya bukanlah sebab melainkan akibat dari sukses yang diraihnya. Hemat saya, orang yang angkuh dengan apa yang dicapainya sebenarnya dia tidak berencana untuk mencapai kesuksesan-kesuksesan yang lain.

Tandanya apa sich seseorang yang terjebak pada keangkuhan atau kesombongan?
Konon tidak seorang pun bisa masuk sorga kalau hatinya tinggi, arogansinya besar dan harga dirinya bengkak. Orang-orang arogan tidak bisa masuk sorga. Kira-kira begitulah secara spiritual. Tetapi didunia pekerjaan pun orang-orang yang kemudian masuk dalam jebakan kesombongan dan arogansi ditandai dengan perasaan luar biasa hebat, perasaan paling top, perasaan paling hebat, bahkan lupa sebenarnya dia sudah merasa lebih besar dari pada sejatinya. Perusahaan-perusahaan dan orang-orang demikian biasanya mulai mengalami proses penjatuhan atau proses penurunan.

Jadi, sombong itu awal dari kejatuhan individual maupun kejatuhan perusahaan?
Ya, awal dari kejatuhan individual atau kejatuhan perusahaan adalah ketika mereka lupa diri, arogansi dan sombong. Itulah yang bisa diungkapkan dari sejarah bisnis. Pada banyak produk-produk yang dulu terkenal, pemimpin besar, market leader, tapi kemudian sekarang hilang dari peredaran. Kenapa? Jawabanya adalah ketika mereka terjebak dalam kesombongan yang membuatnya rasa puas diri.

Dengan kata lain, sebaliknya, jika kita ingin maju kita harus rendah hati ?
Iya.

Rendah hati yang anda maksud ?
Ya, dia sejenis perasaan dimana kita bukan yang paling top, meski barangkali kita sudah duduk di tempat yang top.

Maksudnya ?
Bisa saja seorang duduk dikursi Presiden misalnya, Gubernur misalnya, pokoknya sudah paling top. Lalu dia tetap menunjukkan kerendahan hati, itu rendah hati namanya. Sebaliknya, jika seseorang duduk pada tempat yang tinggi, seperti pada jabatan-jabatan itu, namun ia arogan, maka orang tersebut berubah menjadi tirani, berubah menjadi dictator, bahkan fasis.

Seseorang yang duduk dikedudukan tinggi tetapi rendah hati maka dia berubah menjadi pelayan, orang tersebut menyenangkan kita. Jadi sekali lagi, seorang yang rendah hati tidak merasa sudah paling tinggi meskipun barangkali dia sudah ditempat paling tinggi. Dengan kata lain, kerendahan hati adalah tidak menuntut apa yang tidak patut bagi kita sesuai dengan kedudukan kita. Mendahulukan orang lain dengan menolak mendahulukan apa yang patut bagi kita sesuai dengan kedudukan kita, itu kerendahan hati. Kerendahan hati adalah sebuah syarat dimana kita bisa belajar lebih lanjut. Ketinggian hati adalah sebuah kondisi dimana kita tidak belajar lagi karena sudah merasa paling top, paling pinter, paling luar biasa.


Penjelasan Anda mengingatkan saya akan nasehat Sufi Besar, Imam Ibnu 'Atha'illah, yang mengatakan, "Tanamkanlah ujudmu dalam bumi yang sunyi sepi, karena sesuatu yang tumbuh dari benda yang belum ditanam, tidak sempurna hasilnya." Pertanyaannya, bagaimana memupuk rasa rendah hati dalam diri kita ?
O, ya ? Beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memupuk kerendahan hati diantaranya adalah dengan menyadari kembali bahwa seluruh yang kita punyai adalah anugerah-Nya, berkah-Nya atau rahmat-Nya. Karenanya katakan pada diri sendiri, "Aku masih ingin belajar", "Aku masih ingin mendapatkan input dari sekelilingku", "Aku masih ingin mendapatkan pengetahuan-pengetahuan dari mana saja agar dapat lebih baik".

"Aku masih ingin belajar", "Aku masih ingin mendapatkan input dari sekelilingku", "Aku masih ingin mendapatkan pengetahuan-pengetahuan dari mana saja agar dapat lebih baik". Jika ditilik dari kehidupan kita, umat Islam, nampaknya metode memupuk kerendahan hati yang Anda sampaikan masih menjadi problem besar tersendiri ya ?
Persis seperti yang saya perhatikan selama ini. Saudara-saudara kita sesama muslim masih terlalu asyik dengan dunianya sendiri dan bergaul hanya pada lingkungannya sendiri. Malah yang lebih memprihatikan, dengan sesama muslim kalau ngundang pembicara dia tanya dulu, "Orang itu madzhabnya apa ?." Dia tidak akan menerima orang yang tidak satu madzhab, satu aliran, dengannya. Padahal dinegara-negara maju sudah menjadi pemandangan yang biasa orang-orang Yahudi mengundang pembicara Islam, Hindu atau Kristiani, atau sebaliknya.
Mereka sudah mantap dengan iman mereka sehingga mereka tidak khawatir dengan pembicara yang datang dari luar komunitas mereka. Mereka sangat yakin, bahwa dengan cara demikian (menghadirkan pembicara "orang luar"), mereka dapat memperkaya wacana dan kehangatan batin. Kita, atau persisnya sebagian umat Islam, lupa bahwa salah satu cara mensyukuri perbedaan ditunjukkan bukan pada lisan akan tetapi dengan mendengarkan pendapat orang lain yang beda keyakinan agamanya.


Anda punya pengalaman keberislaman Anda yang inclusive itu?
Iya. Pernah beberapa peserta saya mengklaim materi yang baru saja selesai saya sampaikan menurut sudut pandang keyakinan agama mereka. Seorang peserta yang beragama Kristiani mengatakan bahwa materi saya ada juga di ajarkan dalam Injil. Peserta lain yang beragama Islam mengaku bahwa materi yang saya sampaikan ada di Al-Quran surat al-Maidah. Peserta yang Budha menganggap bahwa materi saya itu penerapan dari Dharma-dharma Budha. Saya hanya mengembalikan semua apresiasi itu kepada-Nya.

Pengalaman lain ?
Masih banyak orang yang salah faham terhadap Islam. Ada satu pengalaman yang mengherankan sekaligus membuat saya prihatin. Dalam satu seminar di acara coffee break isteri saya didatangi salah seorang peserta penganut agama Kristen yang taat. Masih kepada isteri saya, orang itu memberi komentar bahwa saya menerapkan ajaran Injil dengan baik. Lalu dengan lembut, penuh kehati-hatian, isteri saya memberitahu bahwa saya seorang muslim. Sontak orang itu terperanjat saat mengetahui bahwa saya seorang muslim. Yang membuat isteri saya (dan kemudian juga saya) prihatin adalah ucapannya, "Loch, koq ada ya orang Islam yang baik macam Pak Mario !?" Saya pun terkekeh mendengarnya. Nah ini kritik dan sekaligus menjadi tugas kita semua untuk memperbaiki citra Islam.
---(ooo)---
Izhaque


Selengkapnya...

Bisnis kita yang paling utama adalah berbisnis dengan Allah, Tuhan kita


By Dana Anwari. Bisnis utama kita adalah berbisnis dengan Allah. Kita rida kepada Allah. Allah pun rida kepada kita. Kita rida melaksanakan perintah Allah. Allah pun rida menjadikan kita sukses. Kita rida menjauhi larangan Allah. Allah pun rida menjadikan kita beruntung. Kita menjual jiwa raga dan harta kita dengan rida berjuang di jalan Allah, Allah pun membelinya dan rida memberikan surga-Nya.

Bisnis kita yang utama adalah berbisnis dengan Allah. Kita membeli kenikmatan (surga)-Nya dengan menjual jiwa raga & harta benda kita di jalan-Nya. Sebagaimana firman Allah kepada seluruh umat manusia melalui Nabi Muhammad saw dalam Al Quran surat At Taubah ayat 111:

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar."

Verily, Allâh has purchased of the believers their lives and their properties for (the price) that theirs shall be the Paradise. They fight in Allâh’s Cause, so they kill (others) and are killed. It is a promise in truth which is binding on Him in the Taurât (Torah) and the Injeel (Gospel) and the Qur’ân. And who is truer to his covenant than Allâh? Then rejoice in the bargain which you have concluded. That is the supreme success.
bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

Uang tidak maha kuasa, tapi Allah Yang Maha Berkuasa

By Dana Anwari. Rezeki gratis dari Allah banyak yang diberikan-Nya kepada kita seperti udara untuk bernafas, bumi untuk menetap, dan langit sebagai atap.
Tapi untuk menikmati udara-Nya yang segar, kita harus punya uang untuk pergi berlibur ke pantai atau ke pegunungan.
Untuk tinggal di bumi-Nya yang nyaman, kita harus punya uang untuk membeli rumah agar terhindar dari terik matahari dan hujan.
Dan untuk memperoleh kenikmatan-Nya yang sempurna, yakni surga-Nya,
uang dapat kita manfaatkan untuk membeli tiketnya
asalkan kita tahu caranya.

Yang Maha Berkuasa menyenangkan kehidupan kita adalah Tuhan kita: Allah. Bukannya uang yang maha kuasa, karena uang hanyalah sarana. Tidak percaya? Memang Allah swt lah yang membuat langkah bisnis kita menjadi mudah. Lalu kalau Allah sudah menjadikan langkah bisnis kita menjadi mudah, mengapa kita membuatnya menjadi sulit? Jawabannya hanya satu: semakin ingatlah kita kepada Tuhan kita yang menjadi tempat kita kembali.
Bacalah firman Allah kepada semua umat manusia yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw dalam Al Quran surat Al Mulk ayat 15:
"Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan."
He it is Who has made the earth subservient to you (i.e. easy for you to walk, to live and to do agriculture on it); so walk in the path thereof and eat of His provision. And to Him will be the Resurrection.
bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

Kegagalan atau keberhasilan kita ditentukan oleh kompanyon yang kita pilih

By Dana Anwari. Apakah kita ingin berhasil? Atau kita memilih ke dalam kelompok yang menginginkan kegagalan?
Untuk suatu kebaikan yang berkah, tentu kita ingin berhasil. Untuk kebatilan yang dibenci Tuhan, tentu kita menginginkan kegagalan.
Dalam berbisnis, kegagalan atau keberhasilan ditentukan oleh pilihan kita terhadap kompanyon bisnis kita. Simaklah firman Tuhan dan sabda Nabi Muhammad saw:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudaratan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka lebih besar lagi. (QS Ali Imran:118)

O you who believe! Take not as (your) Bitânah (advisors, consultants, protectors, helpers, friends) those outside your religion (pagans, Jews, Christians, and hypocrites) since they will not fail to do their best to corrupt you. They desire to harm you severely. Hatred has already appeared from their mouths, but what their breasts conceal is far worse. Indeed We have made plain to you the Ayât (proofs, evidence, verses) if you understand.

Hadis riwayat Abu Musa ra.: Dari Nabi saw., beliau bersabda: Sesungguhnya perumpamaan berkawan dengan orang saleh dan berkawan dengan orang jahat adalah seperti seorang penjual minyak wangi (misk) dan seorang peniup dapur tukang besi. Penjual minyak wangi, dia mungkin akan memberi-kan kamu atau kamu akan membeli darinya atau kamu akan menda-patkan aroma harum darinya. Tetapi peniup dapur tukang besi, mungkin dia akan membakar pakaianmu atau kamu akan mencium bau yang tidak sedap. (1514-HR Bukhari & Muslim)
bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

Katakanlah kepada orang yang kamu ajak berjual-beli: Tidak boleh menipu!

By Dana Anwari. Jujur dan jangan menipu. Itulah prinsip bisnis yang diajarkan oleh teladan kita, Nabi Muhammad saw.
Sebelum kita bersikap jujur kepada orang lain, marilah kita jujur kepada diri sendiri. Bila kita tidak jujur kepada diri sendiri, bagaimana kita mau membuat kelemahan kita menjadi berkurang? Karena tidak bisa menilai secara obyektif kelemahan diri sendiri, maka kita jadi salah memperbaiki kekurangan kita. Kita akhirnya tidak mampu mengubah kelemahan itu menjadi suatu kebangkitan kekuatan baru.
Apa yang dihasilkan dari suatu tipuan? Kepalsuan.

Hasil yang palsu. Karena, diraih dengan kepalsuan. Kepalsuan tidak pernah melegakan. Kepalsuan bukan suatu kenyamanan. Adakah orang yang memilih hidup dalam ketidak-nyamanan?
Sesulit apa pun, tampaknya, perintah Allah, bila kita menyakininya sebagai kebenaran dalam jiwa, maka yang kita rasakan adalah kenyamanan. Pernahkan kita merasakan nyamannya mendirikan shalat? Pernahkan kita merasakan nyamannya berpuasa? Pernahkah kita merasakan nyamannya bersedekah? Pernahkah kita merasakan nyamannya umrah dan berhaji?
Marilah kita merasakan nyamannya bersikap jujur dan tidak menipu. Simaklah riwayat Nabi kita yang turun temurun ini. Hadis riwayat Ibnu Umar ra.: Seorang lelaki melaporkan kepada Rasulullah saw. bahwa ia tertipu dalam jual beli. Maka Rasulullah saw. bersabda, “Katakanlah kepada orang yang kamu ajak berjual-beli: Tidak boleh menipu!” Sejak itu jika ia bertransaksi jual beli, ia berkata: Tidak boleh menipu! (Hadis riwayat Bukhari & Muslim:870)
bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

Ambillah rezeki kita yang sudah disediakan Allah


By Dana Anwari. Tuhan sudah menyediakan rezeki-Nya untuk kehidupan kita di bumi ini. Raihlah dengan berdagang! Lebih dari sepuluh bagian penghidupan, sembilan di antaranya dihasilkan dari berdagang.

Jangan kuatir tidak memperoleh rezeki-Nya, karena Allah sudah menyiapkannya buat kita. Maka, raihlah dengan bekerja keras!
Jangan enggan berusaha karena meyakini Allah pasti tetap memberikan rezeki-Nya kepada kita meskipun kita bermalas-malasan. Maka, bekerjalah lebih cerdas!
Jangan berputus asa karena masih merasa kesulitan meraih rezeki-Nya. Maka, kenali lagi Tuhanmu: Allah!
Jangan sewenang-wenang melupakan Allah atas rezeki yang telah berhasil kita peroleh. Maka, bersyukurlah!
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik,” begitu kubaca di surat Al Hasyr ayat 19 Al Quran.

And be not like those who forgot Allâh (i.e. became disobedient to Allâh), and He caused them to forget their ownselves, (let them to forget to do righteous deeds). Those are the Fâsiqûn (rebellious, disobedient to Allâh).

Masihkah kita tidak percaya kalau kita harus terus bersyukur kepada Allah?
Bacalah firman Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad saw di Al Quran surat Hud ayat 6 : Dan tidak ada suatu binatang melata pun (yang dimaksud ‘’binatang melata’’ di sini ialah segenap makhluk Allah yang bernyawa) di bumi melainkan Allah- lah yang memberi rezekinya.
And no moving (living) creature is there on earth but its provision is due from Allâh.

Simaklah firman Allah yang menyatakan Dia telah menyediakan keperluan kita di bumi ini, Al Quran surat Al Hijr ayat 19-20 : Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. Dan Kami telah menjadikan untukmu di bumi keperluan-keperluan hidup, dan (Kami menciptakan pula) makhluk-makhluk yang kamu sekali-kali bukan pemberi rezeki kepadanya.
And the earth We have spread out, and have placed therein firm mountains, and caused to grow therein all kinds of things in due proportion. And We have provided therein means of living, for you and for those whom you provide not (moving (living) creatures, cattle, beasts, and other animals).
bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...

Cari keuntungan dengan cara yang halal. Itu menjadi bukti kesuksesan kita berbisnis dengan Tuhan

By Dana Anwari. “Kebenaran itu adalah dari Tuhan-mu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.“ Begitu kubaca dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 147.
(This is) the truth from your Lord. So be you not one of those who doubt.

Lalu, mengapa kita rusak hati kita dengan menjadi orang peragu, yang menempatkan diri di antara keimanan dan kekafiran?
Bila kita menyantap sesuatu yang diharamkan Allah, bukankah kita sedang membiarkan diri kita jadi rusak?
Bila kita menikmati kesenangan yang diharamkan Allah, bukankah kita sedang membiarkan jiwa kita jadi rusak?
Kerusakan diri dan jiwa itu menjadikan seluruh kesuksesan yang pernah kita capai jadi rusak pula, tiada berarti.
Jadikanlah keuntungan bisnis yang kita raih menjadi suatu keuntungan di mata Tuhan.
Jadikanlah kesuksesan bisnis yang kita raih menjadi suatu kesuksesan di mata Tuhan.

Marilah kita ingat ajaran Nabi kita, Muhammad saw yang diriwayatkan oleh Bukhari & Muslim (913): Hadis riwayat Nu’man bin Basyir ra, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda (Nu’man menggerakkan jari-jemari ke telinganya), “Sesungguhnya perkara yang halal itu telah jelas dan perkara yang haram itu pun telah jelas, dan di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (tidak jelas hukumnya) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Oleh karena itu, barangsiapa menghindari perkara syubhat, ia telah membebaskan agama dan kehormatannya. Dan orang yang terjerumus ke dalam syubhat, berarti telah terjerumus ke dalam perkara haram, seperti penggembala yang menggembalakan di sekitar tempat terlarang, maka kemungkinan besar gembalaannya akan masuk ke tempat terlarang itu.
Ketahuilah! Sesungguhnya setiap penguasa itu memiliki daerah terlarang.
Ketahuilah! Sesungguhnya daerah terlarang milik Allah adalah apa-apa yang diharamkan-Nya.
Ketahuilah! Sesungguhnya di dalam tubuh itu terdapat segumpal daging, apabila ia baik, maka akan baik pula seluruh tubuh, dan jika ia rusak, maka akan rusak pula seluruh tubuh. Ketahuilah, itu adalah hati.”

bisnislami.blogspot.com
***
Selengkapnya...