Mengapa kita mesti kaya dan harus mau bekerja untuk menjadi kaya?

By Dana Anwari. Sudah kita dengar pendapat pemikir Islam dan praktisi bisnis Islam yang menyatakan seorang muslim harus menjadi kaya. Mengapa harus kaya? Dan salahkah bila menjadi miskin?
Menjadi miskin tentu tidaklah salah. Tetapi seorang muslim yang memilih bergelimang dalam kemiskinan karena malas bekerja untuk menjadi kaya adalah suatu kesalahan.
Apa kekayaan harus dikejar? Jawabannya bisa "ya" dan bisa "tidak". Bila jawabannya adalah "iya", argumentasinya adalah bahwa dengan kekayaan itu kita bisa menafkahi diri kita dan pihak lain yang diperintahkan Allah untuk turut kita nafkahi.
Bacalah firman-Nya dalam Al Quran surat Al Baqarah ayat 215: Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan." Dan apa saja kebajikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.
Bila jawabannya harta "tidak" harus dikejar, argumentasinya adalah bagi setiap muslim yang penting adalah selalu berkarya dan tidak malas bekerja. Hasil kerja keras yang diimbangi dengan kerja cerdas akan membuahkan karya yang akan menghasilkan "kekayaan" bagi yang bekerja.
Lalu mungkin kita sekarang bertanya: apa sih yang disebut kekayaan?
Kekayaan adalah harta (bahkan juga ilmu) yang kita miliki yang sangat bermanfaat bagi hidup kita dan ada lebihnya untuk kita sedekahkan kepada orang lain. Dan ingatlah, sedekah yang paling utama adalah sedekah dari harta yang cukup.
Simaklah dari Imam Bukhari dan Imam Muslim (562): Hadis riwayat Hakim bin Hizam ra.: Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Sedekah yang paling utama atau sedekah yang paling baik adalah sedekah dari harta yang cukup. Tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah. Mulailah dari orang yang engkau tanggung (nafkahnya).

Hakim bin Hizam, may Allah be pleased with him, reported: Allah's Messenger (may peace be upon him) said this: The most excellent charity or the best of charity is that after which the (giver) remains rich and the upper hand is better than the lower hand, and begin your spending with the members of your household.
bisnislami.blogspot.com
***


No comments:

BISNIS ISLAMI: Bisnis Ajaran Nabi Muhammad Sallallahu Alaihi Wassalam